MAKALAH
ILMU PENGETAHUAN BAHAN
(Daging. Unggas, Ikan, Susu, dan Telur)
Disusun Oleh
Nama :
Mukhtar Abdul Aziz
NIM :2014-57-052
PROGRAM STUDI
TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
JURUSAN
TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
PATTIMURA
AMBON
DAFTAR
ISI
HALAMAN
COVER
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A Latar Belakang.
B.` Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
BAB
II PEMBAHASAN
A. Daging
B. Unggas
C. Ikan
D. Susu
E. Telur
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Daging
sapi mempunyai peran yang cukup besar dalam konteks ketahanan pangan
nasional.seperti halnya dengan komoditas susu, daging ungagas, ikan dan telur.
daging sapi menjadi salah satu komoditas sumber protein yang sangat di butuhkan
tubuh manusia untuk kesehatan dan pertumbuhan. daging sapi merupakan komoditas
daging yang disukai oleh konsumen Indonesia selain daging ayam, daging kambing
atau daging domba dan lain-lainnya. alasan-alasan konsumen menyukai daging sapi
ini anatara lain karena pertimbangan gizi, status social, pertimbangan kuliner,
selain itu tingkat kecernaan protein daging sapi tinggal mencapai 95-100% jika
dibandingkan dengan tingkat kecernaan protein tanaman yang hanya 65-75%..
Disamping
rasanya yang enak dan khas kandungan gizi daging sapi pun terbilang kaya
sehingga mampu memenuhi kebutuhan gizi manusia.daging sapi termaksud salah satu
sumber esensial dari protein hewani dan lemak. daging sapi juga merupakan
pilihan utama konsumen, karena sudah jelas dalam pemasarannya daging sapi mudah
menembus pasar. hasil produksi sapi potong yang bagus adalah sapi yang memiliki
presentase karkas yang tinggi. sebagai ternak potong, daging sapi memiliki
presentase karkas lebih baik daripada ternak kerbau. Indonesia memiliki 5 jenis
sapi unggul yaitu sapi Ongol , Bali, Madura, Grati dan Kelantan. dari kelima
sapi tersebut, sapi bali yang digolongkan sebagai sapi potong, dikenal sebagai
sapi yang memiliki persentase karkas cukup tinggi, rata-rata mencapai 57%.
Seekor
ternak sapi dianggap baik apabila dapat menghasilkan karkas sebesar 59% dari
bobot tubuh sapi tersebut dan akhirnya akan diperoleh 46,50% recahan daging
yang dapat dikonsumsi. itulah sebabnya
untuk mengetahui karkas dan daging yang dapat diperoleh dan di konsumsi
maka dilakukan penilaian dahulu sebelum ternak sapi dipotong. Penentuan
tersebut didasarkan pada penilaian keadaan kondisi dan bentuk tubuh sapi.
Sebelum melakukan penialaian terhadap daging sapi yang akan dipotong, kita
terlebih dahulu perlu mengenal bagian-bagian karkas sapi seperti berikut ini :
A. Kepala E. Iga belakang I. Kemudi M.
Perut belakang
B. Leher F. Dada J.
Pinggang N. Lipatan sudut perut
C. Bahu G. Kaki depan K. Tungging O.
Paha
D. Iga
depan H. Perut depan L Pangkal ekor P. Kaki belakang
B.
Rumusan
Masalah
·
Apa pengertian dari
daging, unggas, ikan, susu, dan telur.
·
Apa saja bagian-bagian
dan fungsi dari daging, unggas, ikan, susu, dan telur
·
Bagaimana cara
penanganan dari daging, unggas, ikan, susu, dan telur
C.
Tujuan
Penulisan
·
Mengetahui pengerian
dari daging, ungags, ikan, susu, dan telur
·
Mengetahui
bagian-bagian dan fungsi-fungsi dari daging, ungags, ikan, susu, dan telur
·
Menjelaskan cara
penanganan dari daging, ungags, ikan,
susu, dan telur
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Daging
1.
Pengertian
daging
Daging adalah bahan pangan yang sangat
dibutuhkan tubuh, dimana dalam daging terkandung banyak gizi dan dalam daging
memiliki mutu protein yang tinggi, pasalnya pada daging terdapat kandungan asam
amino esensial lengkap
|Protein yang terdapat pada daging lebih mudah dicerna oleh pencernaan daripada protein yang berasal dari nabati.Tak hanya itu, bahan pangan ini juga memiliki beberapa jenis vitamin dan mineral.
|Protein yang terdapat pada daging lebih mudah dicerna oleh pencernaan daripada protein yang berasal dari nabati.Tak hanya itu, bahan pangan ini juga memiliki beberapa jenis vitamin dan mineral.
Daging
sapi mempunyai peran yang cukup besar dalam konteks ketahanan pangan
nasional.seperti halnya dengan komoditas susu ataupun daging ungagas. daging
sapi menjadi salah satu komoditas sumber protein yang sangat di butuhkan tubuh
manusia untuk kesehatan dan pertumbuhan. daging sapi merupakan komoditas daging
yang disukai oleh konsumen Indonesia selain daging ayam, daging kambing atau
daging domba dan lain-lainnya. alasan-alasan konsumen menyukai daging sapi ini
anatara lain karena pertimbangan gizi, status social, pertimbangan kuliner,
selain itu tingkat kecernaan protein daging sapi tinggal mencapai 95-100% jika
dibandingkan dengan tingkat kecernaan protein tanaman yang hanya 65-75%..
Disamping
rasanya yang enak dan khas kandungan gizi daging sapi pun terbilang kaya
sehingga mampu memenuhi kebutuhan gizi manusia.daging sapi termaksud salah satu
sumber esensial dari protein hewani dan lemak. daging sapi juga merupakan
pilihan utama konsumen, karena sudah jelas dalam pemasarannya daging sapi mudah
menembus pasar. hasil produksi sapi potong yang bagus adalah sapi yang memiliki
presentase karkas yang tinggi. sebagai ternak potong, daging sapi memiliki
presentase karkas lebih baik daripada ternak kerbau. Indonesia memiliki 5 jenis
sapi unggul yaitu sapi Ongol , Bali, Madura, Grati dan Kelantan. dari kelima
sapi tersebut, sapi bali yang digolongkan sebagai sapi potong, dikenal sebagai
sapi yang memiliki persentase karkas cukup tinggi, rata-rata mencapai 57%.
2.
Bagian-bagian
Daging
1.
Blade/
Punuk
Daging sapi bagian atas yang menyambung dari bagian
daging paha depan terus sampai ke bagian punuk sapi. Pada bagian tengahnya
terdapat serat-serat kasar yang mengarah ke bagian bawah, yang cocok jika
digunakan dengan cara memasak dengan teknink mengukus. Biasanya daging ini
digunakan untuk membuat makanan khas Nusa Tenggara Timur yaitu Se’I (sejenis
daging asap)
2.
Chuck
/ Paha Depan
Bagian daging sapi yang berasal dari bagian atas
paha depan. Ciri daging ini adalah berbentuk potongan segiempat dengan ketebalan
sekitar 2-3 cm, dengan bagian dari tulang pundak masih menempel ke bagian paha
sampai ke bagian terluar dari punuk.Biasanya daging ini digunakan untuk membuat
bakso.
3.
Cub
Roll / Lamosir
Bagian daging sapi yang berasal dari bagian belakang
sapi sekitar has dalam, has luar dan tanjung. Potongan daging ini diambil dari
bagian punggung, dipotong dari rusuk keempat sampai rusuk keduabelas.Lamosir
termasuk daging yang lnak karena di dalamnya terdapat butir-butir lemak.Daging
lamosir dapat dipanggang dalm oven, dibakar atau di grill.Biasanya daging ini
digunakan untuk makanan untuk makanan khas Batam, Sup Lamosir.
Pengunaan : bistik, sate, rending, empal, suyaki
Pengunaan : bistik, sate, rending, empal, suyaki
4.
Sirloin
/ Has Luar
Bagian sapi yang berasal dari bagian bawah daging
iga, terus sampai ke bagian sisi luar has dalam. Daging ini adalah daging yang
paling murah dari semua jenis has, karena otot sapi pada bagian ini masih
lumayan keras dibanding bagian has yang lain untuk bekerja. Biasanya daging ini
digunakan untuk membuat steak.
Pengunaan : Bistik, roll.
Pengunaan : Bistik, roll.
5.
Tenderloin
/ Fillet / Has Dalam
Daging sapi dari bagian tengah badan.sesuai dengan
karakteristik daging has, daging ini terdiri dari bagian-bagian otot utama
disekitar bagian tulang belakang, dan kurang
lebih diantara bahu dan tulang panggul. Daerah ini adalah bagian yang paling
lunak, karena otot-otot dibagian ini jarang dipakai untuk beraktivitas.Biasanya
bagain daging ini digunakan untuk membuat steak.
Pengunaan : grill, steak, sate, suyaki.
Pengunaan : grill, steak, sate, suyaki.
6.
a.
Topside / Round / Penutup
Bagian
daging sapi yang terletak di bagian
paha belakang sapi dan sudah mendekati area pantat sapi.Potongan daging sapi di
bagian ini sangat tipis dan kurang lebih sangat liat. Selain itu bagian ini
sangat kurang lemak sehingga jika dibakar atau dipanggang akan sangat lama
melunaknya. Biasanya daging ini digunakan untuk campuran daging pizza.
Penggunaan : bistik, empal,rending,, dendeng, baso, abon.
Penggunaan : bistik, empal,rending,, dendeng, baso, abon.
b.
Rump / Tanjung
Salah satu bagian daging sapi yang berasal dari
bagian punggung belakang.Biasanya daging ini di sajikan dengan dipanggang.
Penggunaan;bistik,empel,rendang,dendeng,baso,abon.
Penggunaan;bistik,empel,rendang,dendeng,baso,abon.
7.
Silver side/Ganding/Pendasar
Bagian paha belakang sapi terluar dan paling dasar.
Banyak yang sering tertukar dengan menyamakannya dengan daging paha depan atau
Shank. Biasanya daging ini digunakan untuk membuat dendeng balado atau abon
sapi.
Penggunaan: bistik,rendang,empal,dendeng,baso,abon.
Penggunaan: bistik,rendang,empal,dendeng,baso,abon.
8.
Inside/Knuckle/Kelapa
Kelapa atau lebih dikenal dengan nama inside/knuckle
adalah bagian daging sapi yang berasal dari paha belakang bagian atas yang
berada di antara penutup dan gandik. Biasanya hidangan yang menggunakan daging
ini adalah panggang dan casserole.
Penggunaan:corned,sate,daging giling,sop,rawon.
Penggunaan:corned,sate,daging giling,sop,rawon.
9.
Shank/Shin/Sengkel
Sengkel berasal dari bahasa Belanda,schenkel,berasal
dari bagian depan atas kaki sapi. Biasanya digunakan sebagai bahan dasar
soup,soto,dan bakso urat.
Penggunaan:sumur,soup,rawon,empal
Penggunaan:sumur,soup,rawon,empal
10.
Flank / Plate / Samean
Bagian daging sapi yang berasal dari otot
perut.Bentuknya panjang dan datar, tapi kurang lunak. Pada dasarnya bagian sapi
ini memang lebih keras dibandingkan dengan has dan daging iga. Biasanya daging
ini digunakan untuk campuran taco, makanan khas meksiko, dan bisa juga
digunakan untuk membuat steak.Sancan yang diiris tipis-tipis seringkali dijual
sebagai daging oseng-oseng.untuk membantu melunakkan potongan daging ini bisa
dengan dipukul-pukul sebelum dimasak.
Pengunaan : corned, sate, daging giling, sop dan rawon
Pengunaan : corned, sate, daging giling, sop dan rawon
11.
Rib meat / Iga
Bagian daging sapi yang berasal
dari daging disekitar tulang iga atau tulang rusuk.Bagian ini termasuk dari
delapan bagian-bagian utama daging sapi yang biasa dikonsumsi.Seluruh bagian
daging iga ini bisa terdiri dari beberapa iga, mulai dari iga ke-6 sampai
dengan iga ke-12. Untuk potongan daging iga yang akan dikonsumsi bisa terdiri
dari 2 sampai 7 tulang iga, Tulang iga atau short ribs, biasa diolah menjadi
soup seperti soup konro. Biasa juga dimasak semur, dipanggang.Ribeye steak adalah
potongan dalam bentuk steak, bisa dengan tulang (bone ini) atau tanpa tulang
(boneless).Biasanya bagian ini digunakan sebagai bahan dasar makanan khas
Makassar.
Pengunaan : corned, roll, rawon, dan soup.
Pengunaan : corned, roll, rawon, dan soup.
12.
Brisket / Sandung Lumur
Bagian daging sapi yang berasal dari bagian dada
bawah sekitar ketiak. Pada kenyataannya hampir semua hewan yang memiliki bagian
dada bawah akan mempunyai bagian daging ini, akan tetapi terminology yang
digunakan untuk bagian daging ini lebih umum digunakan untuk menyebut bagian
daging sapi atau bagian anak sapi. Bagian daging ini termasuk delapan bagian
daging sapi yang utama.Biasanya bagian daging sapi ini agak berlemak dan
digunakan untuk khas Padang seperti Asam Padeh.
Pengunaan : corned, roll, rawon, soup, roast
Pengunaan : corned, roll, rawon, soup, roast
3.
Fungsi Daging
Sapi
Manfaat
daging sapi bagi tubuh tidak hanya kita dapatkan jika kita mengkonsumsi daging
sapi yang berkualitas dan mahal. Semua daging sapi menawarkan manfaat yang
sama. Hanya saja mungkin bagi sebagian orang mengkonsumsi daging sapi yang
mahal terasa lebih enak dagingnya.Daging sapi sendiri sering diolah menjadi
berbagai macam olahan lezat yang menggoyang lidah. Agar menambah kenikmatan
kita dalam menyantap hidangan daging sapi, tentunya akan lebih lezat jika kita
juga mengetahui manfaat daging sapi yang penting bagi tubuh kita.
1.PROTEIN
Salah satu kandungan gizi dalam daging sapi yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia adalah protein. Protein memang dapat kita dapatkan dengan mengkonsumsi telur, bahkan juga tahu dan tempe. Akan tetapi, sumber protein hewani yang sangat besar adalah berasal dari daging sapi.Lalu kenapa protein ini sangat penting bagi tubuh?Karena protein membantu tubuh manusia untuk membentuk otot sehingga menambah masa otot dan pada akhirnya dapat menambah berat badan kita.Selain itu, protein ini juga sangat penting dalam masa pertumbuhan anak-anak.
2. Zat Besi
Dalam daging sapi terdapat kandungan zat besi yang sangat tinggi.Kandungan zat besi ini sangat bermanfaat bagi tubuh manusia karena dapat menghindarkan kita dari anemia.Selain itu, jika seseorang terkena anemia, daging sapi juga dapat menjadi salah satu alternative obatnya.Anemia dapat menyebabkan seseorang merasa lemas dan lesu sehingga mengganggu produktivitas dan aktivitasnya sehari-hari, oleh karenanya, anemia ini perlu sangat dihindari.
Zat besi bagi tubuh manusia juga dapat menjadi benteng pertahanan melawan penyakit karena dapat meningkatkan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh.Dengan tubuh yang kebal melawan penyakit dan terhindar dari anemia sehingga dapat tetap aktif, zat besi memberikan nutrisi bagi anak untuk dapat tumbuh dan mempunyai semangat belajar yang tinggi.
Dalam daging sapi terdapat kandungan zat besi yang sangat tinggi.Kandungan zat besi ini sangat bermanfaat bagi tubuh manusia karena dapat menghindarkan kita dari anemia.Selain itu, jika seseorang terkena anemia, daging sapi juga dapat menjadi salah satu alternative obatnya.Anemia dapat menyebabkan seseorang merasa lemas dan lesu sehingga mengganggu produktivitas dan aktivitasnya sehari-hari, oleh karenanya, anemia ini perlu sangat dihindari.
Zat besi bagi tubuh manusia juga dapat menjadi benteng pertahanan melawan penyakit karena dapat meningkatkan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh.Dengan tubuh yang kebal melawan penyakit dan terhindar dari anemia sehingga dapat tetap aktif, zat besi memberikan nutrisi bagi anak untuk dapat tumbuh dan mempunyai semangat belajar yang tinggi.
3. VITAMIN B
KOMPLEKS
Bagi Anda yang diharuskan bekerja dengan mengandalkan konsentrasi dan daya ingat, kita pasti akan membutuhkan daging sapi karena mengandung vitamin B kompleks yang berfungsi mempertajam daya ingat kita dan membuat kita dapat berkonsentrasi dengan lebih baik. Vitamin B kompleks ini tentu saja akan sangat berguna bagi anak kita yang masih duduk di bangku sekolah demi meningkatkan prestasinya.
Bagi Anda yang diharuskan bekerja dengan mengandalkan konsentrasi dan daya ingat, kita pasti akan membutuhkan daging sapi karena mengandung vitamin B kompleks yang berfungsi mempertajam daya ingat kita dan membuat kita dapat berkonsentrasi dengan lebih baik. Vitamin B kompleks ini tentu saja akan sangat berguna bagi anak kita yang masih duduk di bangku sekolah demi meningkatkan prestasinya.
4.OMEGA3
Selain terkandung pada ikan, omega 3 juga terkandung dan banyak terdapat pada daging sapi. Manfaat daging sapi yang kita dapatkan akan membantu kita untuk membantu menjaga dan memelihara sistem saraf pusat yaitu biasa kita sebut dengan otak, membantu fungsi jantung dan hati.
Selain terkandung pada ikan, omega 3 juga terkandung dan banyak terdapat pada daging sapi. Manfaat daging sapi yang kita dapatkan akan membantu kita untuk membantu menjaga dan memelihara sistem saraf pusat yaitu biasa kita sebut dengan otak, membantu fungsi jantung dan hati.
5.LEMAK
Daging sapi tidak terlepas dari lemak yang dikandungnya, fungsi lemak sendiri adalah untuk meningkatkan energi dan sumber tenaga bagi tubuh untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Daging sapi tidak terlepas dari lemak yang dikandungnya, fungsi lemak sendiri adalah untuk meningkatkan energi dan sumber tenaga bagi tubuh untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Manfaat
Daging Sapi Berdasarkan Perannya Untuk Kesehatan
Selain
manfaat berdasarkan kandungan gizinya, kita dapat melihat dari aspek kesehatan
langsung, berikut adalah daftar manfaatnya berdasarkan fungsi bagi kesehatan
tubuh.
1. Membangun otot agar tumbuh lebih
kencang dan kuat
2. Sumber energi yang besar
3. Menjaga hidup sehat untuk segala umur
4. Mencegah diabetes dan Obesitas
5. Mengatur berat badan
6. Kesehatan kognitif (otak)
7. Menyembuhkan luka
8. Menjaga sistem kekebalan tubuh
9. Mencegah anemia
10. Meningkatkan sel darah merah
11. Meningkatkan kesehatan kulit
12. Mencegah stroke dan serangan jantung.
2. Sumber energi yang besar
3. Menjaga hidup sehat untuk segala umur
4. Mencegah diabetes dan Obesitas
5. Mengatur berat badan
6. Kesehatan kognitif (otak)
7. Menyembuhkan luka
8. Menjaga sistem kekebalan tubuh
9. Mencegah anemia
10. Meningkatkan sel darah merah
11. Meningkatkan kesehatan kulit
12. Mencegah stroke dan serangan jantung.
4.
Penanganan
·
Daging Mentah: Jika daging dari supplier hendak digunakan
dalam jangka waktu 3 – 5 hari, daging dapat disimpan di lemari pendingin
bersuhu 4°C. Tetapi jika Anda hendak menyimpan daging dalam jangka waktu lama,
sebaiknya daging disimpan dalam ruang pembeku dengan suhu -18°C. Jika daging
disimpan dalam kondisi beku, daging akan aman untuk dikonsumsi dalam jangka
waktu yang sangat lama. Namun begitu, meskipun daging telah dibungkus dalam
kemasan aslinya, untuk penyimpanan dalam jangka waktu lama disarankan untuk
membungkus daging dengan aluminum foil, freezer paper, freezer-weight
plastic wrap atau tas untuk mencegah “freezer burn”.
Permukaan
daging yang terkena freezer burn biasanya teksturnya keras dan kasar
dengan warna abu-abu kecoklatan.Ini disebabkan oleh udara yang mengenai
permukaan daging tersebut.Jika ingin digunakan, buang bagian yang terkena freezer
burn baik sebelum atau setelah daging sapi dimasak.Untuk alasan kualitas,
daging yang terkena freezer burn berat lebih baik tidak digunakan.Untuk
daging steak dan panggang kualitas terbaik gunakan daging yang berumur
antara 9 – 12 bulan.
·
Ready-Prepared
Beef: Daging yang telah dimasak sebaiknya segera
digunakan dalam jangka waktu 2 jam (1 jam jika suhu udara diatas 32°C) atau
dinginkan pada suhu 4°C di dalam wadah yang tertutup. Segera makan dalam jangka
waktu 3 – 4 hari, baik itu dingin atau dipanaskan dulu dengan suhu 74°C. Daging
yang telah dimasak juga aman untuk disimpan jika dalam keadaan beku. Untuk
kualitas terbaik, gunakan dalam jangka waktu 4 bulan.
Pencairan Daging
Dengan Aman
Ada tiga cara aman dalam mencairkan daging beku: dalam lemari pendingin, dalam air dingin, dan di dalam microwave. Jangan mencairkan daging di atas counter atau di lokasi lain.
Ada tiga cara aman dalam mencairkan daging beku: dalam lemari pendingin, dalam air dingin, dan di dalam microwave. Jangan mencairkan daging di atas counter atau di lokasi lain.
v Refrigerator: Proses pencairan di lemari pendingin memakan waktu
yang cukup lama. Daging giling, daging untuk semur, dan steak dapat
mencair dalam waktu satu hari. Tulang-tulangan dan daging utuh dapat mencair
dalam waktu 2 hari atau lebih. Setelah daging mentah tersebut mencair
seluruhnya, daging tersebut akan aman di lemari pendingin selama 3 – 5 hari
sebelum dimasak. Selama masa ini, jika Anda memutuskan untuk menunda pemakaian
daging, Anda dapat kembali membekukannya dengan aman.
v Air
Dingin: Untuk mencairkan daging sapi di air dingin, jangan
buka kemasannya. Pastikan kemasan tidak bocor atau masukkan daging ke dalam tas
yang anti bocor. Tenggelamkan daging dalam air dingin, ganti air setiap 30
menit sekali sehingga proses pencairan maksimal. Daging dalam kemasan kecil
dapat mencair dalam waktu satu jam atau kurang; daging dengan berat 1,5 – 2 kg
dapat cair dalam 2 sampai 3 jam.
v Microwave: Ketika Anda menggunakan microwave untuk
mencairkan daging, segera masak daging tersebut, karena setelah mencair
beberapa area dari daging akan menjadi hangat dan mulai masak pada waktu proses
pencairan.
v Mencuci Daging
Sebetulnya daging mentah tidak harus dicuci sebelum
dimasak. Segala bakteri yang mungkin ada di atas permukaan daging akan hancur
pada waktu proses pemasakan.
Bakteri-Bakteri
yang Biasa Terdapat di daging
Ø Bakteri
Escherichia coli(E. Coli)
dapat berkembang biak di isi perut dari binatang, yang dapat mengkontaminasi daging
pada saat binatang tersebut dijagal. E. coli O157:H7 adalah bakteri langka yang
dapat memproduksi racun yang kuat, dan dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan
dinding pencernaan. Penyakit yang ditimbulkan oleh keadaan ini dinamakan Hemorrhagic
Colitis dan biasanya gejalanya adalah diare yang disertai dengan keluarnya
darah. Tetapi jangan khawatir, karena E. coli O157:H7 dapat dengan mudah
dihancurkan melalui proses pemasakan daging yang benar-benar menyeluruh
(matang).
Ø Salmonella
dapat ditemukan pada jaringan pencernaan hewan
ternak, Unggas, anjing, kucing, dan berbagai binatang berdarah hangat. Ada
sekitar 2.000 spesies bakteri Salmonella. Membekukan daging tidak
membunuh mikroorganisme ini, tetapi bakteri Salmonella dapat dibunuh
melalui proses pemasakan yang menyeluruh. Bakteri ini berpindah melalui makanan
yang dimakan, dan tidak dapat berpindah melalui luka yang terkontaminasi
bakteri tersebut. Namun, cross-contamination dapat terjadi jika daging
mentah atau tetesan cairan daging tersebut masuk ke dalam makanan matang atau
makanan yang dimakan mentah, seperti salad.
Ø Bakteri
Staphylococcus aureus dapat terbawa
melalui tangan manusia, lubang pernafasan, atau tenggorokan. Organisme ini
Gram-positif. Beberapa strain dapat menghasilkan racun protein yang
sangat tahan panas, yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Kontaminasi
bakteri ini kebanyakan dari hasil penanganan makanan yang salah. Penanganan
makanan dengan bersih, cara memasak, dan penyimpanan dalam ruang pendingin yang
benar dapat mencegah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri ini.
Ø Listeria
monocytogenesBakteri ini
juga bakteri Gram-positif, dan motil/bergerak dengan menggunakan flagella.
Sebagai bakteri yang tidak membentuk spora, L. monocytogenes sangat kuat
dan tahan terhadap efek mematikan dari pembekuan, pengeringan, dan pemanasan.
Sebagian besar L. monocytogenes bersifat patogen pada tingkat tertentu. Listeriosis
merupakan nama penyakit yang disebabkan oleh L. monocytogenes. Gejala listeriosis
termasuk septicemia (infeksi pada aliran darah), meningitis (radang
selaput otak) atau meningoencephalitis (radang pada otak dan
selaputnya), encephalitis (radang otak), dan infeksi pada kandungan atau
pada leher rahim pada wanita hamil, yang dapat berakibat keguguran spontan
(trimester kedua/ketiga) atau bayi lahir dalam keadaan meninggal. Bakteri ini
mati pada suhu 75°C, sehingga dianjurkan untuk memasak makanan dengan benar
untuk menghindari kontaminasi. Produk yang telah dimasak pun dapat
terkontaminasi bila penangannya tidak benar dan tidak memerhatikan unsur
sanitasi.
1. Proses
Penyembelihan
2.1 Perlakuan
Sebelum Pemotongan
Perlakuan
atau penanganan hewan ternak sebelum dipotong akan mempengaruhi nilai karkas
atau daging yang dihasilkan. Untuk sampai ke tempat pemotongan ternak-ternak
tersebut mengalami perjalanan dari tempat asalnya, dan selama dalam perjalanan,
sering terjadi kerusakan atau cacat pada kulit dalam mutu karkas. Selain itu
akibat perjalanan dapat menimbulkan cekaman (stres) pada ternak yang akan
menyebabkan terjadinya penyusutan pada bobot badan. penurunan bobot badan ini
dipengaruhi oleh iklim, jarak antara asal ternak dengan rumah potong hewan (
RPH ).
Salah
satu syarat yang harus diperhatikan dalam proses pemotongan ternak untuk
memperoleh mutu karkas atau daging yang baik, yaitu ternak yag akan dipotong
harus tidak dalam keadaaan lelah atau habis dipekerjakan. Oleh karena itu
ternak yang akn dipotong harus diistirahatkan dalam tempat penampungan khusus
(‘Holding Ground’).dalam tempat penampungan harus dijaga agar ternak saling
beradu, karena bila hal itu terjadi maka perakuan istahat tidak akan
bermanfaat, bahkan menurunkan kualitas pemotongan.
maksud
perlunya ternak diistaharatkan sebelum dipotong adalah :
a.
agar ternak
tidak mengalami stress
b.
agar pada saat
disembelih darah dapat keluar sebanyak mungkin, dan
c.
agar cukup
tersedia energy, sehingga proses kekakuan karkas atau yang lazim disebut proses
“rigormortis” berlangsung secara sempurna.
Begitu
juga ada dua cara untuk mengistirahatkan ternak sebelum dipotong, yaitu dengan
dipuaskan dan tanpa dipuaskan, maksud dari pemuasaan yang dilakukan pada ternak
yang akan dipotong adalah :
Ø Untuk memperoleh bobot tubuh kosong (BTK), yaitu
bobot tubuh setelah dikurangi isi saluran pencernaan , isi kantung kencing dan
isi saluran empedu.
Ø Untuk mempermudah proses penyembelihan, terutama
ternak yang agresif atau liar, karena dengan dipuaskan ternak menjadi lebih
tenang.
Ø Untuk mengurangi pencermaran isi saluran pencernaan
terhadap karkas selama proses penyiapan kerkas
Maksud dari pengistirahatan ternak sebelum
dipotong dengan cara tanpa dipuaskan adalah sebagai berikut :
Ø Agar pada waktu disembelih, darah dapat keluar
sebanyak mungkin karena ternak lebih kuat meronta, mengejang, atau
berkontraksi. pada kondisi ini, dra yang disemburkan keluar akan lebih
sempurna.
Ø Agar ternak yang dipotong tidak mengalami cekaman (
stres ). selama masa pengistirahatan dilakukan pula pemeriksaan “antemortem”
berupa inspeksi. maksud pemeriksaan “antemortem” adalah :
-
untuk mengetahui
ternak-ternak yang cedera, sehingga harus dipotong sebelum ternak lainnya.
-
untuk
mengetahui ternak-ternak yang sakit dan harus dipotong secara terpisah atau
harus diperiksa secara khusus\
Ternak
yang sudah dinyatakan sehat oleh dokter hewan atau petuga yang berwenang,
diberi cap huruf S (“Slaughter” = potong ) serta sudah diistirahatkan, kemudian
disiram dengan air dingin sebelum dibawa ke ruang pemotongan agar ternak
menjadi bersih sehingga kebersihan karkas lebih terjamin.
2.2 Pemingsangan dan Penyembelihan
Pada dasarnya ada dua cara
atau teknik pemotongan atau penyembelihan ternak, yaitu teknik pemotongan
ternak secara langsung dan teknik pemotongan ternak secara tidak langsung.
pemotongan ternak secara langsung, dilakukan setelah ternak diperiksa dan
dinyatakan sehat, maka ternak langsung dapat disembelih. Pemotongan ternak
secara tidak sehat langsung ialah ternak dipotong setelah dilakukan
pemingsangan (“stunning”) dan ternak telah benar-benar pingsan.
Maksud dari pemingsanan
pada ternak yang akan disembelih adalah untuk memudahkan pelaksanaan
penyembelihan ternak.
agar ternak tidak tersiksa dan terhindar adri resiko perlakuan kasar, dan supaya kualitas kulit dan karkas yang dihasilkan lebih baik.
Pemingsanan (“stunning”) ternak yang akan dipotong dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
agar ternak tidak tersiksa dan terhindar adri resiko perlakuan kasar, dan supaya kualitas kulit dan karkas yang dihasilkan lebih baik.
Pemingsanan (“stunning”) ternak yang akan dipotong dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
a.
Dengan alat
pemingsan atau tidak lazim disebut “knocker”
b.
Dengan senjata
pemingsan atau lazim disebut “Stunning Gun” atau “Captive Bolt” yaitu suatu
tongkat yang bekerja didalam suatu silinder yang diaktifkan oleh satu muatan
yang eksplosif yang menyerupai selongsong kosong ditembakkan oleh suatu
tekanan.
c.
Dengan cara
pembiusan menggunakan karbondioksida (CO2), terutama untuk proses
pemotongan sapi muda.
d.
Dengan
menggunakan arus istrik (stroom) pada bagian bibir sapi.
Bila
pemingsanan ternak yang akan dipotong dilakukan dengan menggunakan alat atau
senjata pemingsan, maka alat atau senyata yang telah diisi peuru diletakkan
tepat pada titik tengah kening tulang kepala sedikit di bagian atas antara
kedua kelopak mata.
sapi
yang telah pingsan kemudian dibawa ke ruang pemotongan. Pemotongan secara
manual dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan halal dari produksi daging yang
dihasilkan.
2.3
Pengeluaran darah
Proses
pengeluaran (“bleeding”), yaitu penusukan leher kea rah jantung dengan
menggunakan pisau khusus. Pengeluaran darah merupakan faktor penting karena merupakan media yang
sangat baik untuk pertumbuhan mikroorganisme dan hal ini mempengaruhi mut
karkas, proses pengeluaran darah yang tidak sempurna selama proses
penyembelihan akan menyebabkan lebih banyak residu darah yang tertinggal di
dalam karkas, sehingga daging yang dihasilkan berwarna lebih gelap dan lemak
daging dapat tercemar oleh darah.
Agar pengeluaran darah dapat berlangsung sempurna maka sapi yang telah mengalami penyembelihan digantung pada gantungan atau “Conveyor”. Penggantungan dilakukan dengan jalan pengikatan bagian atas tumit salah satu kaki belakang dengan tali tambang yang telah dihubungkkan dengan penggantungan di “conveyor”, sehingga sapi tergantung dalam posisi terbalik dan diharapkan darah cepat mengalir keluar melalui pembuluh nadi dan vena yang telah terputus sewaktu penyembelihan.
B.
Unggas
1. Pengertian
unggas
Unggas (bahasa
Inggris: poultry) adalah jenis hewan
ternak kelompok burung yang dimanfaatkan untuk daging dan telur atau bulunya. Umumnya merupakan bagian dari ordo Galliformes (seperti ayam dan kalkun), dan Anseriformes (seperti bebek).
Kata unggas juga umumnya digunakan
untuk burung pedaging seperti di atas. Lebih luasnya, kata
ini juga dapat digunakan untuk daging burung jenis lain seperti merpati.
Bagian paling berdaging dari burung
adalah otot terbang pada dada, serta otot jalan pada segmen pertama
dan kedua pada kakinya
2. Jenis-jenis dan fungsi unggas
Berdasarkan fungsi
Menurut
fungsinya, orang mengenal
·
ayam hias atau ayam timangan (pet, klangenan),
untuk dilepas di kebun/taman atau dipelihara dalam kurungan karena kecantikan
penampilan atau suaranya (misalnya ayam katai dan ayam pelung; ayam bekisar dapat pula
digolongkan ke sini meskipun bukan ayam peliharaan sejati);
Istilah
ayam sayur dipakai untuk ayam kampung atau ayam aduan yang selalu kalah,
dan tidak diseleksi khusus sebagai ayam pedaging.
Berdasarkan ras
Ayam "bantam" adalah
istilah bahasa Inggris untuk ayam katai atau setengah katai hasil seleksi.
Di
Indonesia dikenal istilah ayam ras dan ayam bukan ras (buras,
atau kampung). Dalam pengertian "ayam ras" menurut istilah itu yang
dimaksud sebenarnya adalah ras yang dikembangkan untuk usaha komersial massal, seperti Leghorn ("lehor"). Ke dalam kelompok ayam buras terdapat
pula ras lokal ayam yang khas namun tidak dikembangkan untuk usaha komersial
massal. Ayam-ayam ras lokal demikian sekarang mulai dikembangkan (dimurnikan) sebagai
ayam sabung, ayam timangan (pet), atau untuk acara ritual. Berikut ini
adalah ras lokal ayam di Nusantara yang telah dikembangkan untuk
sifat/penampilan tertentu:
·
ayam pelung, ras lokal dan unggul dari Priangan
(Kabupaten Cianjur) yang memiliki kokokan yang khas
(panjang dan bernada unik), termasuk ayam hias;
·
ayam kedu (termasuk ayam cemani), ras lokal
dan mulia dari daerah Kedu dengan ciri khas warna hitam legam hingga moncong dan
dagingnya, termasuk ayam pedaging dan ayam hias;
·
ayam nunukan, ras lokal dan mulia dari Nunukan, Kaltim, dengan bentuk badan tegap dan
ukuran besar, keturunan ayam aduan, termasuk ayam pedaging dan hias;
Ayam walik putih.
Terdapat
pula beberapa istilah untuk menyebut penampilan fenotipe khas tertentu namun sifat itu tidak
selalu eksklusif milik ras tertentu, seperti
·
ayam walik (frizzle), ayam dengan bulu yang tidak menutupi
badan tetapi tegak berdiri;
·
ayam bali, ayam dengan leher tidak berbulu dan jambul di kepalanya,
sekarang mulai dibiakmurnikan;
·
ayam katai (bantam), istilah umum untuk ayam dengan ukuran
kecil (proporsi panjang kaki dengan ukuran badan lebih kecil daripada ayam
"normal"), terdapat berbagai ras lokal dan ras murni seleksi yang
masuk kategori ini;
·
ayam ketawa, ayam (jantan) seleksi dengan suara kokok terputus-putus
seperti orang tertawa, diduga pertama kali sengaja diseleksi di Sulawesi
Selatan, tetapi sekarang telah tersebar di berbagai tempat.
3. Cara
Penanganan
Ketika
kita membeli bahan makanan seperti unggas (seperti ayam, bebek dll) maka kita
harus tahu benar bagaimana menangani atau menyimpannya. Karena kalau salah
prosesnya akan mengakibatkan bahan tersebut akan rusak atau terkontaminasi
bakteri.
·
Unggas segar sangat mudah rusak (perishable). Dengan hal
tersebut maka unggas tersebut
sebaiknya disimpan
dalam lemari pendingin sebelum digunakan. Hal ini bertujuan untuk membuat
unggas tersebut tetap segar dan tidak terkontaminasi dengan bakteri.
·
Idealnya, gunakan unggas segar dalam waktu 24 jam dan
maksimum penyimpanan dalam keadaan segar (tidak beku) hanya selama 4 hari.
·
Unggas sering membawa bacteria Ssalmonella, oleh sebab itu
semua permukaan peralatan dan talenan setelah mengolah unggas harus dicuci
dengan benar sebelum digunakan untuk makanan lainnya
C.
Susu
1.
Pengertian susu
Susu
adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia
betina. Susu murni adalah cairan yang
berasal dari ambing sapi sehat. Susumurni diperoleh dengan cara
pemerahan yang benar, tanpa mengurangi atau menambah sesuatukomponen atau bahan lain.
Sifat fisik
susu
·
Warna air susu :Warna air susu dapat
berubah dari satu warna ke warna yang lain, tergantung dari bangsaternak, jenis
pakan, jumlah lemak, bahan padat dan bahan pembentuk warna.
·
Rasa dan bauSusu murni terasa sedikit
manis yang disebabkan oleh laktosa. Rasa manis susu merupakan salahsatu daya
tarik susu terhadap konsumen.
2.
Bagian-bagian susu
ü Susu mengandung potassium
yang dapat menggerakan
dinding pembuluh darah pada saat tekanan darah tinggi untuk menjaganya agar
tetap stabil, mengurangi bahaya akibat apopleksi, juga dapat mencegah penyakit
darah tinggi dan penyakit jantung.
ü Dapat menetralisir racun seperti logam, timah dan cadmium dari bahan makanan lain yang diserap oleh tubuh.
ü ASI (Air Susu Ibu) dan kandungan lemak di dalamnya dapat memperkuat
daya tahan fungsi syaraf, mencegah pertumbuhan tumor pada sel tubuh.
ü Kandungan yodium seng dan leticin dapat
meningkatkan secara drastis efesiensi kerja otak besar.
ü Kandungan tyrosine dalam susu dapat mendorong hormon kegembiraan—unsur serum
dalam darah tumbuh dalam skala besar.
ü Zat besi tembaga dan vitamin A dalam susu mempunyai fungsi terhadap
kecantikan, yaitu dapat mempertahankan kulit agar tetap bersinar.
ü Kalsium susu dapat menambah kekuatan tulang, mencegah
penyusutan tulang, osteoporosis dan patah tulang.
ü Kandungan magnesium dalam susu dapat membuat
jantung dan sistem syaraf tahan terhadap kelelahan.
ü Kandungan Seng pada
susu sapi dapat menyembuhkan luka dengan cepat.
ü Kandungan vitamin B2 di dalam susu sapi dapat meningkatkan ketajaman
penglihatan.
3.
Manfaat Susu
·
Dapat mencegah darah tinggi Susu mengandung potassium yang dapat
menjaga kestabilan tekanan darah agar tetap stabil.
·
Dapat menetralisir racun Susu
juga dapat menetralisir racun yang masuk ke tubuh kita dan terserap oleh tubuh
kita seperti logam, cadmium, dan lain sebagainya yang bisa dapat membahayakan
tubuh kita.
·
Dapat meningkatkan ketajaman
penglihatan Susu yang memiliki kandungan vitamin
B2 dapat membantu untuk menajamkan penglihatan kita.
·
Menjaga jantung dan sistem syaraf
tahan terhadap kelelahan Magnesium yang terkandung dalam susu memiliki peran yaitu
dapat menjaga jantung dan sistem syaraf kita terhindar dari kelelahan.
·
Menambah kekuatan tulang Susu
dikenal sangat baik bagi tulang dan itu benar. Susu dapat menjaga penyusutan
tulang, patah tulang, dan menjaga kekuatan tulang.
·
Meningkatkan keefisienan kerja
otak besar Kandungan yodium, lecitin, dll dalam
susu dapat secara drastis meningkatkan keefisienan kerja otak besar.
·
Mendorong hormon kegembiraan Kandungan
tyrosine yang dimilikinya juga dapat mengaktifkan hormon kegembiraan.
·
Baik untuk kecantikan kulit Susu
juga sangat baik bagi kecantikan kulit dan salah satunya adalah untuk menjaga
kulit agar tetap cerah.
4.
Cara Penanganan Susu
Tahapan Penanganan air susu sesudah
pemerahan. :
Tahapan Penanganan air susu sesudah
pemerahan . Air susu hasil pemerahan harus segera dikeluarkan dari kandang
untuk menjaga jangan sampai susu tersebut berbau sapi atau kandang . Keadaan
ini penting terutama jika keadaan ventilasi kandang tidak baik . Air susu
tersebut disaring dengan saringan yang terbuat dari kapas atau kain putih dan
bersih , susu tersebut disaring langsung dalam milk can. Segera setelah selesai
penyaringan milk can tersebut ditutup rapat . Kain penyaring harus dicuci
bersih dan digodok kemudian dijemur . Bila kain penyaring tersebut hendak
dipakai kembali sebaiknya disetrika terlebih dahulu . Air susu perlu
didinginkan secepat mungkin sesudah pemerahan dan penyaringan
sekurang-kurangnya pada suhu 4 derajat clcius-7 derajat celcius selama 2 atau 3
jam. Hal ini dilakukan untuk mencegah berkembangnya kuman yang terdapat dalam
air susu , bila tidak mempunyai alat pendingin maka pendinginan tersebut
dilakukan dengan menggunakan balok es , dalam hal ini milk can yang telah
berisi susu dimasukan ke dalam bak yang berisi es balok dan ditutup rapat .
ü Penanganan susu di tingkat peternak:
Penanganan susu di tingkat peternak
Membersihkan kandang dari kotoran sebelum pemerahan . Sapi-sapi sedikitnya
setengah jam sebelum diperah dibersihkan dari segala macam kotoran yang melekat
di badan . Ambing dan putingnya dicuci dengan air hangat dan dikeringkan dengan
air bersih . Alat seperti ember penampung susu atau bus-bus susu harus bersih .
ü Penanganan susu di tingkat
pengumpul:
Penanganan susu di tingkat pengumpul
Perlakuan dengan cara pendinginan yaitu mengalirkan susu dengan menggunakan
plate cooler, diantara plate terdapat lempengan logam yang enghntarkan panas
dari susu ke air dingin yang digunakan suhu 0-2 derajat celcius .
ü Penanganan susu di tingkat Industri:
Penanganan susu di tingkat Industri
Pateriusasi : tujuan pasteurisasi adalah untuk membunuh mikroba pathogen agar
tidak menganggu dalam proses selanjutnya . Pasteurisasi panas pada susu perlu
dilakukan untuk mencegah penularan penyakit dan mencegah kerusakan karena
mikroorganisme dan enzim . Ada dua cara pasteurisasi : Holding method atau SLTL
(Short Temperature Long Time) yaitu penanganan susu pada suhu 62,8 derajat
selsius selama 3o menit HTST (High Temperature Short Time) yaitu pemanasan susu
pada suhu 71,7 derajat celcius selama 15 detik .
D.
Telur
1.
Pengertian Telur
Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Umumnya telur yang dikonsumsi
berasal dari jenis-jenis burung, seperti ayam, bebek, dan angsa, akan tetapi telur-telur yang
lebih kecil seperti telur ikan kadang juga digunakan sebagai
campuran dalam hidangan (kaviar). Selain itu dikonsumsi pula
juga telur yang berukuran besar seperti telur burung unta (Kasuari) ataupun sedang, misalnya
telur penyu. Sebagian besar produk telur
ayam ditujukan untuk dikonsumsi orang tidak disterilkan, mengingat ayam petelur yang menghasilkannya tidak
didampingi oleh ayam pejantan. Telur yang disterilkan dapat
pula dipesan dan dimakan sebagaimana telur-telur yang tidak disterilkan, dengan
sedikit perbedaan kandungan nutrisi. Telur yang disterilkan tidak akan
mengandung embrio yang telah berkembang,
sebagaimana lemari pendingin mencegah pertumbuhan sel-sel
dalam telur.
2.
Bagian-Bagian dan Fungsi Pada Telur
o
Yolk (kuning telur)
Yolk
menyusun 30-33% berat telur. Yolk berbentuk hampir bulat dengan warna kuning
sampai jingga tua, dan terletak di pusat telur. Bahan yang memberi warna pada
yolk adalah xanthophil, yaitu suatu pigmen carotenoid yang diturunkan dari
pakan. Yolk terdiri dari latebra, germinal disc (balstoderm), lapisan
konsentris terang dan gelap, dan membran vitellin yang membungkus yolk,
bersifat halus, elastis dan berkilau
Fungsi Yolk (kuning telur) ==> Sebagai persediaan makanan bagi
embrio.
o
Albumen
(putih telur)
Albumen
menyusun kira-kira 60% dari berat telur total. Albumen terdiri dari 4 fraksi
yaitu, lapisan chalaziferous (lapisan kental dalam), lapisan encer dalam (inner
thin layer), lapisan kental luar (firm gel-like layer), dan lapisan encer luar
(outher thin layer). Albumen yang berwarna sedikit kehijauan disebabkan oleh
riboflavin (vitamin B2)
o
Shell
Membrane (Membran Kulit Telur)
Membran
ini terdiri atas dua lapisan, yaitu membran kulit telur dalam dan membran kulit
telur luar yang masing-masing tersusun oleh 2 atau 3 lapis anyaman serabut
protein yang tidak teratur. Serabut tersebut disatukan oleh suatu bahan
albuminous cementing unruk membentuk membran tipis, kuat, melekat erat, dan
bersama-sama membatasi cangkang di sebelah dalam dan melekat erat padanya.
Membran dalam lebih tipis dari membran luar dengan tebal keseluruhan 0,01-0,02
mm
o
Shell (Cangkang)
Cangkang
merupakan lapisan berkapur yang menyusun 9-12% dari berat telur total. Cangkang
tersusun kira-kira 94% kalsium karbonat, 1% magnesium karbonat, 1% kalsium
fosfat, dan 4% bahan organik terutama protein.
o
Air Cell (Rongga Udara)
Pada saat
ditelurkan, rongga udara tidak ada. Segera setelah telur dingin, isinya
mengkerut. Sedikit vakum menyebabkan udara masuk melewati pori-pori cangkang
untuk membentuk rongga udara diantara kedua membran. Rongga udara biasanya
terbentuk pada bagian ujung telur yang tumpul karena porositas cangkang paling
besar terdapat pada daerah ini. Tetapi rongga udara bisa terjadi pada bagian
lain, tergantung di daerah mana membran kulit telur mudah terpisah.
Fungsi ==> Sebagai sumber oksigen
bagi embrio
3. Cara Penanganan Telur
ü Telur sebaiknya disimpan dalam
kulkas dengan suhu tidak melampaui 4.5* C, dan jangan membiarkan telur berada dalam
suhu ruangan lebih dari 2 jam.
ü Simpan telur dikarton/kemasan
aslinya, jangan dikompartemen kulkas, karena memungkinkan terjadi kontaminasi
silang.
ü Jangan menyimpan telur dipintu
kulkas, karena biasanya temperaturnya lebih hangat.
ü Jangan memakai telur yg sudah retak
atau kotor.
ü Cuci tangan, alat2 dapur, wadah dan
permukaan meja tempat anda memasak sebelum dan sesudah anda mengolah telur
mentah untuk mencegah penumpukan bakteri.
ü Makanan mengandung bahan telur yg
belum sempat dimasak atau setengah matang harus segera dimasukkan kedalam
kulkas sampai siap dihidangkan.
ü Hidangkan telur dalam keadaan panas
atau bisa juga dimasukkan kulkas jika ingin dimakan belakangan.
E.
Ikan
1.
Pengertian Ikan
Ikan sebagai
makanan merujuk pada
pemanfaatan ikan dan bagian tubuh ikan (daging, organ tubuh, minyak
ikan, dan
sebagainya) sebagai bahan makanan. Istilah "ikan" dalam kehidupan
sehari-hari dapat merujuk kepada organismenya atau suatu bahan makanan. Untuk
makanan laut yang tidak spesifik hanya pada ikan melainkan juga pada organisme
lain seperti kerang dan timun
laut dapat merujuk
kepada boga
bahari.
2. Bagian-Bagian Tubuh Ikan dan
Fungsinya
ü Ikan memiliki insang yang
memungkinkan mereka untuk “bernapas” dan mengambil oksigen didalam air. Air
masuk mulut, melewati insang, dan keluar dari tubuh melalui lubang khusus.
Insang menyerap oksigen dari air saat melewati mereka.
ü Ikan memiliki aliran tubuh berlapis. Mereka
biasanya panjang dan sempit, yang mengurangi hambatan air ketika mereka
berenang.
ü Kebanyakan ikan memiliki beberapa sirip untuk
berenang. Mereka menggunakan beberapa sirip mereka untuk mendorong diri melalui
air dan lainnya untuk mengarahkan tubuh saat mereka berenang.
ü Ikan memiliki sistem otot untuk
gerakan. Kontraksi otot riak melalui tubuh dalam bentuk gelombang dari kepala
ke ekor. Kontraksi cambuk sirip ekor terhadap air untuk mendorong ikan melalui
air.
ü Kebanyakan ikan memiliki kandung
kemih berenang. Ini adalah organ seperti balon yang berisi gas. Dengan mengubah
jumlah gas di dalam kandung kemih, ikan dapat bergerak ke atas atau ke bawah
melalui kolom air
3.
Cara Penanganan
·
Waktu penanganan Sesaat setelah ikan mati, penurunan
kualitas ikan dan proses pembusukan mulai terjadi.Oleh karena itu, perlu
dilakukan upaya-upaya sesegera mungkin untuk menghindariperubahan tersebut.
Keterlambatan waktu penanganan akan menyebabkan pembusukandan penurunan
kualitas, yang sebenarya hal ini dapat dihambat akan terjadi. Bahkanpada suhu
rendah sekalipun, seperti pada saat ikan diberi es, proses pembusukan
danpenurunan kualitas ikan masih akan terjadi, meskipun lambat. Salah satu cara
melihatperbedaan ikan yang didaratkan di pelabuhan perikanan adalah dengan
membandingkanikan yang didaratkan dari kapal yang melaut satu hari dengan ikan
yang didaratkan olehkapal yang melaut selama 5 sampai 7 hari atau lebih.
·
Metode penangkapan
Jika ikan ditangani dengan buruk, misalnya
jika ikan dilempar di atas dek kapal atauapabila terinjak-injak, maka hal ini
akan mengakibatkan kerusakan fisik yang tidak hanyaakan berpengaruh pada harga
jual tetapi juga akan mempercepat proses pembusukanikan oleh bakteri dan enzim.
Sehingga, sangat penting untuk mellakukan penanganandengan baik dan hati-hati
untuk menghindari penurunan kualitas ikan.
·
Sanitasi dan higienis
Lingkungan yang tidak bersih (lantai
dek) dan peralatan yang kotor (kotak box ikan,palkah, peralatan penanganan yang
tidak dicuci) akan menyebabkan kontaminasi silangsilang antara ikan dengan
bakteri, bahan kimia berbahaya, dan kotoran. Semuanya ituakan mempercepat
proses pembusukan dan penurunan kulaitas serta potensialmenyebabkan masalah
keamanan pangan yang dapat berpengaruh pada konsumen. Jadisangatlah penting
untuk menjaga kapal dan peralatan sebersih mungkin.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
·
Daging adalah bahan
pangan yang sangat dibutuhkan tubuh, dimana dalam daging terkandung banyak gizi
dan dalam daging memiliki mutu protein yang tinggi, pasalnya pada daging
terdapat kandungan asam amino esensial lengkap
|Protein yang terdapat pada daging lebih mudah dicerna oleh pencernaan daripada protein yang berasal dari nabati.Tak hanya itu, bahan pangan ini juga memiliki beberapa jenis vitamin dan mineral.
|Protein yang terdapat pada daging lebih mudah dicerna oleh pencernaan daripada protein yang berasal dari nabati.Tak hanya itu, bahan pangan ini juga memiliki beberapa jenis vitamin dan mineral.
·
Unggas (bahasa
Inggris: poultry) adalah jenis hewan
ternak kelompok burung yang dimanfaatkan untuk daging dan telur atau bulunya. Umumnya merupakan bagian dari ordo Galliformes (seperti ayam dan kalkun), dan Anseriformes (seperti bebek).
·
Susu
adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia
betina. Susu murni adalah cairan yang
berasal dari ambing sapi sehat. Susumurni diperoleh dengan cara
pemerahan yang benar, tanpa mengurangi atau menambah sesuatukomponen atau bahan lain.
·
Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang
dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Umumnya telur yang dikonsumsi berasal dari jenis-jenis burung, seperti ayam, bebek, dan angsa, akan tetapi telur-telur yang lebih kecil seperti telur ikan kadang juga digunakan sebagai campuran dalam
hidangan (kaviar).
·
Ikan sebagai makanan merujuk pada pemanfaatan ikan dan bagian tubuh ikan (daging, organ tubuh, minyak
ikan, dan
sebagainya) sebagai bahan makanan. Istilah "ikan" dalam kehidupan
sehari-hari dapat merujuk kepada organismenya atau suatu bahan makanan. Untuk
makanan laut yang tidak spesifik hanya pada ikan melainkan juga pada organisme
lain seperti kerang dan timun
laut dapat merujuk
kepada boga
bahari
B.
Saran
Demikianlah
makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para
pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan
kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas.Karena kami hanyalah manusia
biasa yang tak luput dari kesalahan Dan kami juga sangat mengharapkan saran dan
kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari
kami semoga dapat diterima di hati dan kami ucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Khomariah.Hj.Ir.,
Surajudin., dan dwi purnomo. aneka olahan daging sapi., Agromedia pustaka
Jakarta
Sudarmono.AS dan Y.Bambang sugeng., sapi potong ( pemeliharaan, perbaikan produksi, prospek
bisnis, analisis pengemukkan )., penebar swadaya, informasi dunia pertanian
Bahan.Burhan., Ir.,
002., panduan praktis memilih produk daging sapi. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta.

0 Response to "bagian-bagian daging sapi"
Posting Komentar