bagian-bagian daging sapi

blogger templates


MAKALAH
ILMU PENGETAHUAN BAHAN
(Daging. Unggas, Ikan, Susu, dan Telur)
Disusun Oleh
Nama : Mukhtar Abdul Aziz
 NIM  :2014-57-052










PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON



DAFTAR ISI

HALAMAN COVER
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A         Latar Belakang.
B.`       Rumusan Masalah
C.        Tujuan Penulisan

BAB II  PEMBAHASAN
A.        Daging
B.        Unggas
C.        Ikan
D.        Susu
E.         Telur
BAB III PENUTUP
A.        Kesimpulan
B.        Saran


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Daging sapi mempunyai peran yang cukup besar dalam konteks ketahanan pangan nasional.seperti halnya dengan komoditas susu, daging ungagas, ikan dan telur. daging sapi menjadi salah satu komoditas sumber protein yang sangat di butuhkan tubuh manusia untuk kesehatan dan pertumbuhan. daging sapi merupakan komoditas daging yang disukai oleh konsumen Indonesia selain daging ayam, daging kambing atau daging domba dan lain-lainnya. alasan-alasan konsumen menyukai daging sapi ini anatara lain karena pertimbangan gizi, status social, pertimbangan kuliner, selain itu tingkat kecernaan protein daging sapi tinggal mencapai 95-100% jika dibandingkan dengan tingkat kecernaan protein tanaman yang hanya 65-75%..
Disamping rasanya yang enak dan khas kandungan gizi daging sapi pun terbilang kaya sehingga mampu memenuhi kebutuhan gizi manusia.daging sapi termaksud salah satu sumber esensial dari protein hewani dan lemak. daging sapi juga merupakan pilihan utama konsumen, karena sudah jelas dalam pemasarannya daging sapi mudah menembus pasar. hasil produksi sapi potong yang bagus adalah sapi yang memiliki presentase karkas yang tinggi. sebagai ternak potong, daging sapi memiliki presentase karkas lebih baik daripada ternak kerbau. Indonesia memiliki 5 jenis sapi unggul yaitu sapi Ongol , Bali, Madura, Grati dan Kelantan. dari kelima sapi tersebut, sapi bali yang digolongkan sebagai sapi potong, dikenal sebagai sapi yang memiliki persentase karkas cukup tinggi, rata-rata mencapai 57%.
Seekor ternak sapi dianggap baik apabila dapat menghasilkan karkas sebesar 59% dari bobot tubuh sapi tersebut dan akhirnya akan diperoleh 46,50% recahan daging yang dapat dikonsumsi. itulah sebabnya  untuk mengetahui karkas dan daging yang dapat diperoleh dan di konsumsi maka dilakukan penilaian dahulu sebelum ternak sapi dipotong. Penentuan tersebut didasarkan pada penilaian keadaan kondisi dan bentuk tubuh sapi. Sebelum melakukan penialaian terhadap daging sapi yang akan dipotong, kita terlebih dahulu perlu mengenal bagian-bagian karkas sapi seperti berikut ini :
A.    Kepala       E. Iga belakang           I. Kemudi                    M. Perut belakang
B.     Leher         F. Dada                       J. Pinggang                  N.  Lipatan sudut perut
C.     Bahu          G. Kaki depan             K. Tungging                O. Paha
D.    Iga depan  H. Perut depan                        L Pangkal ekor            P. Kaki belakang


B.     Rumusan Masalah
·         Apa pengertian dari daging, unggas, ikan, susu, dan telur.
·         Apa saja bagian-bagian dan fungsi dari daging, unggas, ikan, susu, dan telur
·         Bagaimana cara penanganan dari daging, unggas, ikan, susu, dan telur
C.     Tujuan Penulisan
·         Mengetahui pengerian dari daging, ungags, ikan, susu, dan telur
·         Mengetahui bagian-bagian dan fungsi-fungsi dari daging, ungags, ikan, susu, dan telur
·         Menjelaskan cara penanganan dari daging, ungags,  ikan, susu, dan telur







BAB II
PEMBAHASAN
A.    Daging

1.      Pengertian daging
 Daging adalah bahan pangan yang sangat dibutuhkan tubuh, dimana dalam daging terkandung banyak gizi dan dalam daging memiliki mutu protein yang tinggi, pasalnya pada daging terdapat kandungan asam amino esensial lengkap
|Protein yang terdapat pada daging lebih mudah dicerna oleh pencernaan daripada protein yang berasal dari nabati.Tak hanya itu, bahan pangan ini juga memiliki beberapa jenis vitamin dan mineral.
Daging sapi mempunyai peran yang cukup besar dalam konteks ketahanan pangan nasional.seperti halnya dengan komoditas susu ataupun daging ungagas. daging sapi menjadi salah satu komoditas sumber protein yang sangat di butuhkan tubuh manusia untuk kesehatan dan pertumbuhan. daging sapi merupakan komoditas daging yang disukai oleh konsumen Indonesia selain daging ayam, daging kambing atau daging domba dan lain-lainnya. alasan-alasan konsumen menyukai daging sapi ini anatara lain karena pertimbangan gizi, status social, pertimbangan kuliner, selain itu tingkat kecernaan protein daging sapi tinggal mencapai 95-100% jika dibandingkan dengan tingkat kecernaan protein tanaman yang hanya 65-75%..
Disamping rasanya yang enak dan khas kandungan gizi daging sapi pun terbilang kaya sehingga mampu memenuhi kebutuhan gizi manusia.daging sapi termaksud salah satu sumber esensial dari protein hewani dan lemak. daging sapi juga merupakan pilihan utama konsumen, karena sudah jelas dalam pemasarannya daging sapi mudah menembus pasar. hasil produksi sapi potong yang bagus adalah sapi yang memiliki presentase karkas yang tinggi. sebagai ternak potong, daging sapi memiliki presentase karkas lebih baik daripada ternak kerbau. Indonesia memiliki 5 jenis sapi unggul yaitu sapi Ongol , Bali, Madura, Grati dan Kelantan. dari kelima sapi tersebut, sapi bali yang digolongkan sebagai sapi potong, dikenal sebagai sapi yang memiliki persentase karkas cukup tinggi, rata-rata mencapai 57%.
2.      Bagian-bagian Daging









1.      Blade/ Punuk
Daging sapi bagian atas yang menyambung dari bagian daging paha depan terus sampai ke bagian punuk sapi. Pada bagian tengahnya terdapat serat-serat kasar yang mengarah ke bagian bawah, yang cocok jika digunakan dengan cara memasak dengan teknink mengukus. Biasanya daging ini digunakan untuk membuat makanan khas Nusa Tenggara Timur yaitu Se’I (sejenis daging asap)
2.      Chuck / Paha Depan
Bagian daging sapi yang berasal dari bagian atas paha depan. Ciri daging ini adalah berbentuk potongan segiempat dengan ketebalan sekitar 2-3 cm, dengan bagian dari tulang pundak masih menempel ke bagian paha sampai ke bagian terluar dari punuk.Biasanya daging ini digunakan untuk membuat bakso.
3.      Cub Roll / Lamosir
Bagian daging sapi yang berasal dari bagian belakang sapi sekitar has dalam, has luar dan tanjung. Potongan daging ini diambil dari bagian punggung, dipotong dari rusuk keempat sampai rusuk keduabelas.Lamosir termasuk daging yang lnak karena di dalamnya terdapat butir-butir lemak.Daging lamosir dapat dipanggang dalm oven, dibakar atau di grill.Biasanya daging ini digunakan untuk makanan untuk makanan khas Batam, Sup Lamosir.
Pengunaan : bistik, sate, rending, empal, suyaki
4.      Sirloin / Has Luar
Bagian sapi yang berasal dari bagian bawah daging iga, terus sampai ke bagian sisi luar has dalam. Daging ini adalah daging yang paling murah dari semua jenis has, karena otot sapi pada bagian ini masih lumayan keras dibanding bagian has yang lain untuk bekerja. Biasanya daging ini digunakan untuk membuat steak.
Pengunaan : Bistik, roll.
5.      Tenderloin / Fillet / Has Dalam
Daging sapi dari bagian tengah badan.sesuai dengan karakteristik daging has, daging ini terdiri dari bagian-bagian otot utama disekitar bagian tulang belakang, dan kurang lebih diantara bahu dan tulang panggul. Daerah ini adalah bagian yang paling lunak, karena otot-otot dibagian ini jarang dipakai untuk beraktivitas.Biasanya bagain daging ini digunakan untuk membuat steak.
Pengunaan : grill, steak, sate, suyaki.
6.      a. Topside / Round / Penutup

Bagian daging sapi yang terletak di bagian paha belakang sapi dan sudah mendekati area pantat sapi.Potongan daging sapi di bagian ini sangat tipis dan kurang lebih sangat liat. Selain itu bagian ini sangat kurang lemak sehingga jika dibakar atau dipanggang akan sangat lama melunaknya. Biasanya daging ini digunakan untuk campuran daging pizza.
Penggunaan : bistik, empal,rending,, dendeng, baso, abon.

b. Rump / Tanjung
Salah satu bagian daging sapi yang berasal dari bagian punggung belakang.Biasanya daging ini di sajikan dengan dipanggang.
Penggunaan;bistik,empel,rendang,dendeng,baso,abon.
7.      Silver  side/Ganding/Pendasar
Bagian paha belakang sapi terluar dan paling dasar. Banyak yang sering tertukar dengan menyamakannya dengan daging paha depan atau Shank. Biasanya daging ini digunakan untuk membuat dendeng balado atau abon sapi.
Penggunaan: bistik,rendang,empal,dendeng,baso,abon.
8.      Inside/Knuckle/Kelapa
Kelapa atau lebih dikenal dengan nama inside/knuckle adalah bagian daging sapi yang berasal dari paha belakang bagian atas yang berada di antara penutup dan gandik. Biasanya hidangan yang menggunakan daging ini adalah panggang dan casserole.
Penggunaan:corned,sate,daging giling,sop,rawon.
9.      Shank/Shin/Sengkel
Sengkel berasal dari bahasa Belanda,schenkel,berasal dari bagian depan atas kaki sapi. Biasanya digunakan sebagai bahan dasar soup,soto,dan bakso urat.
Penggunaan:sumur,soup,rawon,empal
10.   Flank / Plate / Samean
Bagian daging sapi yang berasal dari otot perut.Bentuknya panjang dan datar, tapi kurang lunak. Pada dasarnya bagian sapi ini memang lebih keras dibandingkan dengan has dan daging iga. Biasanya daging ini digunakan untuk campuran taco, makanan khas meksiko, dan bisa juga digunakan untuk membuat steak.Sancan yang diiris tipis-tipis seringkali dijual sebagai daging oseng-oseng.untuk membantu melunakkan potongan daging ini bisa dengan dipukul-pukul sebelum dimasak.
Pengunaan : corned, sate, daging giling, sop dan rawon
11.   Rib meat / Iga
Bagian daging sapi yang berasal dari daging disekitar tulang iga atau tulang rusuk.Bagian ini termasuk dari delapan bagian-bagian utama daging sapi yang biasa dikonsumsi.Seluruh bagian daging iga ini bisa terdiri dari beberapa iga, mulai dari iga ke-6 sampai dengan iga ke-12. Untuk potongan daging iga yang akan dikonsumsi bisa terdiri dari 2 sampai 7 tulang iga, Tulang iga atau short ribs, biasa diolah menjadi soup seperti soup konro. Biasa juga dimasak semur, dipanggang.Ribeye steak adalah potongan dalam bentuk steak, bisa dengan tulang (bone ini) atau tanpa tulang (boneless).Biasanya bagian ini digunakan sebagai bahan dasar makanan khas Makassar.
Pengunaan : corned, roll, rawon, dan soup.

12.   Brisket / Sandung Lumur
Bagian daging sapi yang berasal dari bagian dada bawah sekitar ketiak. Pada kenyataannya hampir semua hewan yang memiliki bagian dada bawah akan mempunyai bagian daging ini, akan tetapi terminology yang digunakan untuk bagian daging ini lebih umum digunakan untuk menyebut bagian daging sapi atau bagian anak sapi. Bagian daging ini termasuk delapan bagian daging sapi yang utama.Biasanya bagian daging sapi ini agak berlemak dan digunakan untuk khas Padang seperti Asam Padeh.
Pengunaan : corned, roll, rawon, soup, roast

3.      Fungsi Daging Sapi
Manfaat daging sapi bagi tubuh tidak hanya kita dapatkan jika kita mengkonsumsi daging sapi yang berkualitas dan mahal. Semua daging sapi menawarkan manfaat yang sama. Hanya saja mungkin bagi sebagian orang mengkonsumsi daging sapi yang mahal terasa lebih enak dagingnya.Daging sapi sendiri sering diolah menjadi berbagai macam olahan lezat yang menggoyang lidah. Agar menambah kenikmatan kita dalam menyantap hidangan daging sapi, tentunya akan lebih lezat jika kita juga mengetahui manfaat daging sapi yang penting bagi tubuh kita.

 1.PROTEIN
          Salah satu kandungan gizi dalam daging sapi yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia adalah protein. Protein memang dapat kita dapatkan dengan mengkonsumsi telur, bahkan juga tahu dan tempe. Akan tetapi, sumber protein hewani yang sangat besar adalah berasal dari daging sapi.Lalu kenapa protein ini sangat penting bagi tubuh?Karena protein membantu tubuh manusia untuk membentuk otot sehingga menambah masa otot dan pada akhirnya dapat menambah berat badan kita.Selain itu, protein ini juga sangat penting dalam masa pertumbuhan anak-anak.
2. Zat Besi
          Dalam daging sapi terdapat kandungan zat besi yang sangat tinggi.Kandungan zat besi ini sangat bermanfaat bagi tubuh manusia karena dapat menghindarkan kita dari anemia.Selain itu, jika seseorang terkena anemia, daging sapi juga dapat menjadi salah satu alternative obatnya.Anemia dapat menyebabkan seseorang merasa lemas dan lesu sehingga mengganggu produktivitas dan aktivitasnya sehari-hari, oleh karenanya, anemia ini perlu sangat dihindari.

Zat besi bagi tubuh manusia juga dapat menjadi benteng pertahanan melawan penyakit karena dapat meningkatkan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh.Dengan tubuh yang kebal melawan penyakit dan terhindar dari anemia sehingga dapat tetap aktif, zat besi memberikan nutrisi bagi anak untuk dapat tumbuh dan mempunyai semangat belajar yang tinggi.
 3. VITAMIN B KOMPLEKS
          Bagi Anda yang diharuskan bekerja dengan mengandalkan konsentrasi dan daya ingat, kita pasti akan membutuhkan daging sapi karena mengandung vitamin B kompleks yang berfungsi mempertajam daya ingat kita dan membuat kita dapat berkonsentrasi dengan lebih baik. Vitamin B kompleks ini tentu saja akan sangat berguna bagi anak kita yang masih duduk di bangku sekolah demi meningkatkan prestasinya.
4.OMEGA3
         Selain terkandung pada ikan, omega 3 juga terkandung dan banyak terdapat pada daging sapi. Manfaat daging sapi yang kita dapatkan akan membantu kita untuk membantu menjaga dan memelihara sistem saraf pusat yaitu biasa kita sebut dengan otak, membantu fungsi jantung dan hati.
5.LEMAK
          Daging sapi tidak terlepas dari lemak yang dikandungnya, fungsi lemak sendiri adalah untuk meningkatkan energi dan sumber tenaga bagi tubuh untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Manfaat Daging Sapi Berdasarkan Perannya Untuk Kesehatan
Selain manfaat berdasarkan kandungan gizinya, kita dapat melihat dari aspek kesehatan langsung, berikut adalah daftar manfaatnya berdasarkan fungsi bagi kesehatan tubuh.
1.         Membangun otot agar tumbuh lebih kencang dan kuat
2.         Sumber energi yang besar
3.         Menjaga hidup sehat untuk segala umur
4.         Mencegah diabetes dan Obesitas
5.         Mengatur berat badan
6.         Kesehatan kognitif (otak)
7.         Menyembuhkan luka
8.         Menjaga sistem kekebalan tubuh
9.         Mencegah anemia
10.       Meningkatkan sel darah merah
11.       Meningkatkan kesehatan kulit
12.       Mencegah stroke dan serangan jantung.

4.      Penanganan

·         Daging Mentah: Jika daging dari supplier hendak digunakan dalam jangka waktu 3 – 5 hari, daging dapat disimpan di lemari pendingin bersuhu 4°C. Tetapi jika Anda hendak menyimpan daging dalam jangka waktu lama, sebaiknya daging disimpan dalam ruang pembeku dengan suhu -18°C. Jika daging disimpan dalam kondisi beku, daging akan aman untuk dikonsumsi dalam jangka waktu yang sangat lama. Namun begitu, meskipun daging telah dibungkus dalam kemasan aslinya, untuk penyimpanan dalam jangka waktu lama disarankan untuk membungkus daging dengan aluminum foil, freezer paper, freezer-weight plastic wrap atau tas untuk mencegah “freezer burn”.
Permukaan daging yang terkena freezer burn biasanya teksturnya keras dan kasar dengan warna abu-abu kecoklatan.Ini disebabkan oleh udara yang mengenai permukaan daging tersebut.Jika ingin digunakan, buang bagian yang terkena freezer burn baik sebelum atau setelah daging sapi dimasak.Untuk alasan kualitas, daging yang terkena freezer burn berat lebih baik tidak digunakan.Untuk daging steak dan panggang kualitas terbaik gunakan daging yang berumur antara 9 – 12 bulan.
·         Ready-Prepared Beef: Daging yang telah dimasak sebaiknya segera digunakan dalam jangka waktu 2 jam (1 jam jika suhu udara diatas 32°C) atau dinginkan pada suhu 4°C di dalam wadah yang tertutup. Segera makan dalam jangka waktu 3 – 4 hari, baik itu dingin atau dipanaskan dulu dengan suhu 74°C. Daging yang telah dimasak juga aman untuk disimpan jika dalam keadaan beku. Untuk kualitas terbaik, gunakan dalam jangka waktu 4 bulan.
Pencairan Daging Dengan        Aman
Ada tiga cara aman dalam mencairkan daging beku: dalam lemari pendingin, dalam air dingin, dan di dalam microwave. Jangan mencairkan daging di atas counter atau di lokasi lain.
v  Refrigerator: Proses pencairan di lemari pendingin memakan waktu yang cukup lama. Daging giling, daging untuk semur, dan steak dapat mencair dalam waktu satu hari. Tulang-tulangan dan daging utuh dapat mencair dalam waktu 2 hari atau lebih. Setelah daging mentah tersebut mencair seluruhnya, daging tersebut akan aman di lemari pendingin selama 3 – 5 hari sebelum dimasak. Selama masa ini, jika Anda memutuskan untuk menunda pemakaian daging, Anda dapat kembali membekukannya dengan aman.
v  Air Dingin: Untuk mencairkan daging sapi di air dingin, jangan buka kemasannya. Pastikan kemasan tidak bocor atau masukkan daging ke dalam tas yang anti bocor. Tenggelamkan daging dalam air dingin, ganti air setiap 30 menit sekali sehingga proses pencairan maksimal. Daging dalam kemasan kecil dapat mencair dalam waktu satu jam atau kurang; daging dengan berat 1,5 – 2 kg dapat cair dalam 2 sampai 3 jam.
v  Microwave: Ketika Anda menggunakan microwave untuk mencairkan daging, segera masak daging tersebut, karena setelah mencair beberapa area dari daging akan menjadi hangat dan mulai masak pada waktu proses pencairan.

v  Mencuci          Daging
      
Sebetulnya daging mentah tidak harus dicuci sebelum dimasak. Segala bakteri yang mungkin ada di atas permukaan daging akan hancur pada waktu proses pemasakan.
Bakteri-Bakteri yang Biasa Terdapat di daging
Ø  Bakteri Escherichia coli(E. Coli) dapat berkembang biak di isi perut dari binatang, yang dapat mengkontaminasi daging pada saat binatang tersebut dijagal. E. coli O157:H7 adalah bakteri langka yang dapat memproduksi racun yang kuat, dan dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan dinding pencernaan. Penyakit yang ditimbulkan oleh keadaan ini dinamakan Hemorrhagic Colitis dan biasanya gejalanya adalah diare yang disertai dengan keluarnya darah. Tetapi jangan khawatir, karena E. coli O157:H7 dapat dengan mudah dihancurkan melalui proses pemasakan daging yang benar-benar menyeluruh (matang).
Ø  Salmonella dapat ditemukan pada jaringan pencernaan hewan ternak, Unggas, anjing, kucing, dan berbagai binatang berdarah hangat. Ada sekitar 2.000 spesies bakteri Salmonella. Membekukan daging tidak membunuh mikroorganisme ini, tetapi bakteri Salmonella dapat dibunuh melalui proses pemasakan yang menyeluruh. Bakteri ini berpindah melalui makanan yang dimakan, dan tidak dapat berpindah melalui luka yang terkontaminasi bakteri tersebut. Namun, cross-contamination dapat terjadi jika daging mentah atau tetesan cairan daging tersebut masuk ke dalam makanan matang atau makanan yang dimakan mentah, seperti salad.
Ø  Bakteri Staphylococcus aureus dapat terbawa melalui tangan manusia, lubang pernafasan, atau tenggorokan. Organisme ini Gram-positif. Beberapa strain dapat menghasilkan racun protein yang sangat tahan panas, yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Kontaminasi bakteri ini kebanyakan dari hasil penanganan makanan yang salah. Penanganan makanan dengan bersih, cara memasak, dan penyimpanan dalam ruang pendingin yang benar dapat mencegah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri ini.
Ø  Listeria monocytogenesBakteri ini juga bakteri Gram-positif, dan motil/bergerak dengan menggunakan flagella. Sebagai bakteri yang tidak membentuk spora, L. monocytogenes sangat kuat dan tahan terhadap efek mematikan dari pembekuan, pengeringan, dan pemanasan. Sebagian besar L. monocytogenes bersifat patogen pada tingkat tertentu. Listeriosis merupakan nama penyakit yang disebabkan oleh L. monocytogenes. Gejala listeriosis termasuk septicemia (infeksi pada aliran darah), meningitis (radang selaput otak) atau meningoencephalitis (radang pada otak dan selaputnya), encephalitis (radang otak), dan infeksi pada kandungan atau pada leher rahim pada wanita hamil, yang dapat berakibat keguguran spontan (trimester kedua/ketiga) atau bayi lahir dalam keadaan meninggal. Bakteri ini mati pada suhu 75°C, sehingga dianjurkan untuk memasak makanan dengan benar untuk menghindari kontaminasi. Produk yang telah dimasak pun dapat terkontaminasi bila penangannya tidak benar dan tidak memerhatikan unsur sanitasi.

1.      Proses Penyembelihan
2.1 Perlakuan Sebelum Pemotongan

Perlakuan atau penanganan hewan ternak sebelum dipotong akan mempengaruhi nilai karkas atau daging yang dihasilkan. Untuk sampai ke tempat pemotongan ternak-ternak tersebut mengalami perjalanan dari tempat asalnya, dan selama dalam perjalanan, sering terjadi kerusakan atau cacat pada kulit dalam mutu karkas. Selain itu akibat perjalanan dapat menimbulkan cekaman (stres) pada ternak yang akan menyebabkan terjadinya penyusutan pada bobot badan. penurunan bobot badan ini dipengaruhi oleh iklim, jarak antara asal ternak dengan rumah potong hewan ( RPH ).
Salah satu syarat yang harus diperhatikan dalam proses pemotongan ternak untuk memperoleh mutu karkas atau daging yang baik, yaitu ternak yag akan dipotong harus tidak dalam keadaaan lelah atau habis dipekerjakan. Oleh karena itu ternak yang akn dipotong harus diistirahatkan dalam tempat penampungan khusus (‘Holding Ground’).dalam tempat penampungan harus dijaga agar ternak saling beradu, karena bila hal itu terjadi maka perakuan istahat tidak akan bermanfaat, bahkan menurunkan kualitas pemotongan.
maksud perlunya ternak diistaharatkan sebelum dipotong adalah :
a.       agar ternak tidak mengalami stress
b.      agar pada saat disembelih darah dapat keluar sebanyak mungkin, dan
c.       agar cukup tersedia energy, sehingga proses kekakuan karkas atau yang lazim disebut proses “rigormortis” berlangsung secara sempurna.

Begitu juga ada dua cara untuk mengistirahatkan ternak sebelum dipotong, yaitu dengan dipuaskan dan tanpa dipuaskan, maksud dari pemuasaan yang dilakukan pada ternak yang akan dipotong adalah :
Ø  Untuk memperoleh bobot tubuh kosong (BTK), yaitu bobot tubuh setelah dikurangi isi saluran pencernaan , isi kantung kencing dan isi saluran empedu.
Ø  Untuk mempermudah proses penyembelihan, terutama ternak yang agresif atau liar, karena dengan dipuaskan ternak menjadi lebih tenang.
Ø  Untuk mengurangi pencermaran isi saluran pencernaan terhadap karkas selama proses penyiapan kerkas
    Maksud dari pengistirahatan ternak sebelum dipotong dengan cara tanpa dipuaskan adalah sebagai berikut :
Ø  Agar pada waktu disembelih, darah dapat keluar sebanyak mungkin karena ternak lebih kuat meronta, mengejang, atau berkontraksi. pada kondisi ini, dra yang disemburkan keluar akan lebih sempurna.
Ø  Agar ternak yang dipotong tidak mengalami cekaman ( stres ). selama masa pengistirahatan dilakukan pula pemeriksaan “antemortem” berupa inspeksi. maksud pemeriksaan “antemortem” adalah :
-          untuk mengetahui ternak-ternak yang cedera, sehingga harus dipotong sebelum ternak lainnya.
-          untuk mengetahui ternak-ternak yang sakit dan harus dipotong secara terpisah atau harus diperiksa secara khusus\
Ternak yang sudah dinyatakan sehat oleh dokter hewan atau petuga yang berwenang, diberi cap huruf S (“Slaughter” = potong ) serta sudah diistirahatkan, kemudian disiram dengan air dingin sebelum dibawa ke ruang pemotongan agar ternak menjadi bersih sehingga kebersihan karkas lebih terjamin.

     2.2 Pemingsangan dan Penyembelihan
Pada dasarnya ada dua cara atau teknik pemotongan atau penyembelihan ternak, yaitu teknik pemotongan ternak secara langsung dan teknik pemotongan ternak secara tidak langsung. pemotongan ternak secara langsung, dilakukan setelah ternak diperiksa dan dinyatakan sehat, maka ternak langsung dapat disembelih. Pemotongan ternak secara tidak sehat langsung ialah ternak dipotong setelah dilakukan pemingsangan (“stunning”) dan ternak telah benar-benar pingsan.
Maksud dari pemingsanan pada ternak yang akan disembelih adalah untuk memudahkan pelaksanaan penyembelihan ternak.
agar ternak tidak tersiksa dan terhindar adri resiko perlakuan kasar, dan supaya kualitas kulit dan karkas yang dihasilkan lebih baik.
Pemingsanan (“stunning”) ternak yang akan dipotong dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
a.       Dengan alat pemingsan atau tidak lazim disebut “knocker”
b.      Dengan senjata pemingsan atau lazim disebut “Stunning Gun” atau “Captive Bolt” yaitu suatu tongkat yang bekerja didalam suatu silinder yang diaktifkan oleh satu muatan yang eksplosif yang menyerupai selongsong kosong ditembakkan oleh suatu tekanan.
c.       Dengan cara pembiusan menggunakan karbondioksida (CO2), terutama untuk proses pemotongan sapi muda.
d.      Dengan menggunakan arus istrik (stroom) pada bagian bibir sapi.

Bila pemingsanan ternak yang akan dipotong dilakukan dengan menggunakan alat atau senjata pemingsan, maka alat atau senyata yang telah diisi peuru diletakkan tepat pada titik tengah kening tulang kepala sedikit di bagian atas antara kedua kelopak mata.
sapi yang telah pingsan kemudian dibawa ke ruang pemotongan. Pemotongan secara manual dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan halal dari produksi daging yang dihasilkan.

2.3 Pengeluaran darah
Proses pengeluaran (“bleeding”), yaitu penusukan leher kea rah jantung dengan menggunakan pisau khusus. Pengeluaran darah merupakan  faktor penting karena merupakan media yang sangat baik untuk pertumbuhan mikroorganisme dan hal ini mempengaruhi mut karkas, proses pengeluaran darah yang tidak sempurna selama proses penyembelihan akan menyebabkan lebih banyak residu darah yang tertinggal di dalam karkas, sehingga daging yang dihasilkan berwarna lebih gelap dan lemak daging dapat tercemar oleh darah.

Agar pengeluaran darah dapat berlangsung sempurna maka sapi yang telah mengalami penyembelihan digantung pada gantungan atau “Conveyor”. Penggantungan dilakukan dengan jalan pengikatan bagian atas tumit salah satu kaki belakang dengan tali tambang yang telah dihubungkkan dengan penggantungan di “conveyor”, sehingga sapi tergantung dalam posisi terbalik dan diharapkan darah cepat mengalir keluar melalui pembuluh nadi dan vena yang telah terputus sewaktu penyembelihan.


B.     Unggas

1.      Pengertian unggas
Unggas (bahasa Inggris: poultry) adalah jenis hewan ternak kelompok burung yang dimanfaatkan untuk daging dan telur atau bulunya. Umumnya merupakan bagian dari ordo Galliformes (seperti ayam dan kalkun), dan Anseriformes (seperti bebek).
Kata unggas juga umumnya digunakan untuk burung pedaging seperti di atas. Lebih luasnya, kata ini juga dapat digunakan untuk daging burung jenis lain seperti merpati.
Bagian paling berdaging dari burung adalah otot terbang pada dada, serta otot jalan pada segmen pertama dan kedua pada kakinya
2.      Jenis-jenis dan fungsi unggas

Berdasarkan fungsi
Menurut fungsinya, orang mengenal
·         ayam pedaging atau ayam potong (broiler), untuk dimanfaatkan dagingnya;
·         ayam petelur (layer), untuk dimanfaatkan telurnya;
·         ayam hias atau ayam timangan (pet, klangenan), untuk dilepas di kebun/taman atau dipelihara dalam kurungan karena kecantikan penampilan atau suaranya (misalnya ayam katai dan ayam pelung; ayam bekisar dapat pula digolongkan ke sini meskipun bukan ayam peliharaan sejati);
·         ayam sabung, untuk dijadikan permainan sabung ayam.
Istilah ayam sayur dipakai untuk ayam kampung atau ayam aduan yang selalu kalah, dan tidak diseleksi khusus sebagai ayam pedaging.
Berdasarkan ras
Ayam "bantam" adalah istilah bahasa Inggris untuk ayam katai atau setengah katai hasil seleksi.
Di Indonesia dikenal istilah ayam ras dan ayam bukan ras (buras, atau kampung). Dalam pengertian "ayam ras" menurut istilah itu yang dimaksud sebenarnya adalah ras yang dikembangkan untuk usaha komersial massal, seperti Leghorn ("lehor"). Ke dalam kelompok ayam buras terdapat pula ras lokal ayam yang khas namun tidak dikembangkan untuk usaha komersial massal. Ayam-ayam ras lokal demikian sekarang mulai dikembangkan (dimurnikan) sebagai ayam sabung, ayam timangan (pet), atau untuk acara ritual. Berikut ini adalah ras lokal ayam di Nusantara yang telah dikembangkan untuk sifat/penampilan tertentu:
·         ayam pelung, ras lokal dan unggul dari Priangan (Kabupaten Cianjur) yang memiliki kokokan yang khas (panjang dan bernada unik), termasuk ayam hias;
·         ayam kedu (termasuk ayam cemani), ras lokal dan mulia dari daerah Kedu dengan ciri khas warna hitam legam hingga moncong dan dagingnya, termasuk ayam pedaging dan ayam hias;
·         ayam nunukan, ras lokal dan mulia dari Nunukan, Kaltim, dengan bentuk badan tegap dan ukuran besar, keturunan ayam aduan, termasuk ayam pedaging dan hias;
Ayam walik putih.
Terdapat pula beberapa istilah untuk menyebut penampilan fenotipe khas tertentu namun sifat itu tidak selalu eksklusif milik ras tertentu, seperti
·         ayam walik (frizzle), ayam dengan bulu yang tidak menutupi badan tetapi tegak berdiri;
·         ayam bali, ayam dengan leher tidak berbulu dan jambul di kepalanya, sekarang mulai dibiakmurnikan;
·         ayam katai (bantam), istilah umum untuk ayam dengan ukuran kecil (proporsi panjang kaki dengan ukuran badan lebih kecil daripada ayam "normal"), terdapat berbagai ras lokal dan ras murni seleksi yang masuk kategori ini;
·         ayam ketawa, ayam (jantan) seleksi dengan suara kokok terputus-putus seperti orang tertawa, diduga pertama kali sengaja diseleksi di Sulawesi Selatan, tetapi sekarang telah tersebar di berbagai tempat.

3.      Cara Penanganan

Ketika kita membeli bahan makanan seperti unggas (seperti ayam, bebek dll) maka kita harus tahu benar bagaimana menangani atau menyimpannya. Karena kalau salah prosesnya akan mengakibatkan bahan tersebut akan rusak atau terkontaminasi bakteri.

·         Unggas segar sangat mudah rusak (perishable). Dengan hal tersebut maka unggas tersebut             sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin sebelum digunakan. Hal ini bertujuan untuk membuat unggas tersebut tetap segar dan tidak terkontaminasi dengan bakteri.
·         Idealnya, gunakan unggas segar dalam waktu 24 jam dan maksimum penyimpanan dalam keadaan segar (tidak beku) hanya selama 4 hari.
·         Unggas sering membawa bacteria Ssalmonella, oleh sebab itu semua permukaan peralatan dan talenan setelah mengolah unggas harus dicuci dengan benar sebelum digunakan untuk makanan lainnya


C.     Susu
1.      Pengertian susu
Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia betina. Susu murni adalah cairan yang berasal dari ambing sapi sehat. Susumurni diperoleh dengan cara pemerahan yang benar, tanpa mengurangi atau menambah sesuatukomponen atau bahan lain.
Sifat fisik susu
·                  Warna air susu :Warna air susu dapat berubah dari satu warna ke warna yang lain, tergantung dari bangsaternak, jenis pakan, jumlah lemak, bahan padat dan bahan pembentuk warna.
·         Rasa dan bauSusu murni terasa sedikit manis yang disebabkan oleh laktosa. Rasa manis susu merupakan salahsatu daya tarik susu terhadap konsumen.
2.      Bagian-bagian susu
ü  Susu mengandung potassium
yang dapat menggerakan dinding pembuluh darah pada saat tekanan darah tinggi untuk menjaganya agar tetap stabil, mengurangi bahaya akibat apopleksi, juga dapat mencegah penyakit darah tinggi dan penyakit jantung.

ü  Dapat menetralisir racun seperti logam, timah dan cadmium dari bahan makanan lain yang    diserap oleh tubuh.
ü  ASI (Air Susu Ibu) dan kandungan lemak di dalamnya dapat memperkuat daya tahan fungsi syaraf, mencegah pertumbuhan tumor pada sel tubuh.
ü  Kandungan yodium seng dan leticin dapat meningkatkan secara drastis efesiensi kerja otak besar.
ü  Kandungan tyrosine dalam susu dapat mendorong hormon kegembiraan—unsur serum dalam darah tumbuh dalam skala besar.
ü  Zat besi tembaga dan vitamin A dalam susu mempunyai fungsi terhadap kecantikan, yaitu dapat mempertahankan kulit agar tetap bersinar.
ü  Kalsium susu dapat menambah kekuatan tulang, mencegah penyusutan tulang, osteoporosis dan patah tulang.
ü  Kandungan magnesium dalam susu dapat membuat jantung dan sistem syaraf tahan terhadap kelelahan.
ü  Kandungan Seng pada susu sapi dapat menyembuhkan luka dengan cepat.
ü  Kandungan vitamin B2 di dalam susu sapi dapat meningkatkan ketajaman penglihatan.

3.      Manfaat Susu

·         Dapat mencegah darah tinggi Susu mengandung potassium yang dapat menjaga kestabilan tekanan darah agar tetap stabil.
·         Dapat menetralisir racun Susu juga dapat menetralisir racun yang masuk ke tubuh kita dan terserap oleh tubuh kita seperti logam, cadmium, dan lain sebagainya yang bisa dapat membahayakan tubuh kita.
·         Dapat meningkatkan ketajaman penglihatan Susu yang memiliki kandungan vitamin B2 dapat membantu untuk menajamkan penglihatan kita.
·         Menjaga jantung dan sistem syaraf tahan terhadap kelelahan Magnesium yang terkandung dalam susu memiliki peran yaitu dapat menjaga jantung dan sistem syaraf kita terhindar dari kelelahan.
·         Menambah kekuatan tulang Susu dikenal sangat baik bagi tulang dan itu benar. Susu dapat menjaga penyusutan tulang, patah tulang, dan menjaga kekuatan tulang.
·         Meningkatkan keefisienan kerja otak besar Kandungan yodium, lecitin, dll dalam susu dapat secara drastis meningkatkan keefisienan kerja otak besar.
·         Mendorong hormon kegembiraan Kandungan tyrosine yang dimilikinya juga dapat mengaktifkan hormon kegembiraan.
·         Baik untuk kecantikan kulit Susu juga sangat baik bagi kecantikan kulit dan salah satunya adalah untuk menjaga kulit agar tetap cerah.

4.      Cara Penanganan Susu
Tahapan Penanganan air susu sesudah pemerahan. :
Tahapan Penanganan air susu sesudah pemerahan . Air susu hasil pemerahan harus segera dikeluarkan dari kandang untuk menjaga jangan sampai susu tersebut berbau sapi atau kandang . Keadaan ini penting terutama jika keadaan ventilasi kandang tidak baik . Air susu tersebut disaring dengan saringan yang terbuat dari kapas atau kain putih dan bersih , susu tersebut disaring langsung dalam milk can. Segera setelah selesai penyaringan milk can tersebut ditutup rapat . Kain penyaring harus dicuci bersih dan digodok kemudian dijemur . Bila kain penyaring tersebut hendak dipakai kembali sebaiknya disetrika terlebih dahulu . Air susu perlu didinginkan secepat mungkin sesudah pemerahan dan penyaringan sekurang-kurangnya pada suhu 4 derajat clcius-7 derajat celcius selama 2 atau 3 jam. Hal ini dilakukan untuk mencegah berkembangnya kuman yang terdapat dalam air susu , bila tidak mempunyai alat pendingin maka pendinginan tersebut dilakukan dengan menggunakan balok es , dalam hal ini milk can yang telah berisi susu dimasukan ke dalam bak yang berisi es balok dan ditutup rapat .

ü  Penanganan susu di tingkat peternak:
Penanganan susu di tingkat peternak Membersihkan kandang dari kotoran sebelum pemerahan . Sapi-sapi sedikitnya setengah jam sebelum diperah dibersihkan dari segala macam kotoran yang melekat di badan . Ambing dan putingnya dicuci dengan air hangat dan dikeringkan dengan air bersih . Alat seperti ember penampung susu atau bus-bus susu harus bersih .
ü  Penanganan susu di tingkat pengumpul:

Penanganan susu di tingkat pengumpul Perlakuan dengan cara pendinginan yaitu mengalirkan susu dengan menggunakan plate cooler, diantara plate terdapat lempengan logam yang enghntarkan panas dari susu ke air dingin yang digunakan suhu 0-2 derajat celcius .

ü  Penanganan susu di tingkat Industri:
Penanganan susu di tingkat Industri Pateriusasi : tujuan pasteurisasi adalah untuk membunuh mikroba pathogen agar tidak menganggu dalam proses selanjutnya . Pasteurisasi panas pada susu perlu dilakukan untuk mencegah penularan penyakit dan mencegah kerusakan karena mikroorganisme dan enzim . Ada dua cara pasteurisasi : Holding method atau SLTL (Short Temperature Long Time) yaitu penanganan susu pada suhu 62,8 derajat selsius selama 3o menit HTST (High Temperature Short Time) yaitu pemanasan susu pada suhu 71,7 derajat celcius selama 15 detik .


D.    Telur

1.      Pengertian Telur
Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Umumnya telur yang dikonsumsi berasal dari jenis-jenis burung, seperti ayam, bebek, dan angsa, akan tetapi telur-telur yang lebih kecil seperti telur ikan kadang juga digunakan sebagai campuran dalam hidangan (kaviar). Selain itu dikonsumsi pula juga telur yang berukuran besar seperti telur burung unta (Kasuari) ataupun sedang, misalnya telur penyu. Sebagian besar produk telur ayam ditujukan untuk dikonsumsi orang tidak disterilkan, mengingat ayam petelur yang menghasilkannya tidak didampingi oleh ayam pejantan. Telur yang disterilkan dapat pula dipesan dan dimakan sebagaimana telur-telur yang tidak disterilkan, dengan sedikit perbedaan kandungan nutrisi. Telur yang disterilkan tidak akan mengandung embrio yang telah berkembang, sebagaimana lemari pendingin mencegah pertumbuhan sel-sel dalam telur.

2.      Bagian-Bagian dan Fungsi Pada Telur
o       Yolk (kuning telur)
Yolk menyusun 30-33% berat telur. Yolk berbentuk hampir bulat dengan warna kuning sampai jingga tua, dan terletak di pusat telur. Bahan yang memberi warna pada yolk adalah xanthophil, yaitu suatu pigmen carotenoid yang diturunkan dari pakan. Yolk terdiri dari latebra, germinal disc (balstoderm), lapisan konsentris terang dan gelap, dan membran vitellin yang membungkus yolk, bersifat halus, elastis dan berkilau
Fungsi Yolk (kuning telur) ==> Sebagai persediaan makanan bagi embrio.


o   Albumen (putih telur)
Albumen menyusun kira-kira 60% dari berat telur total. Albumen terdiri dari 4 fraksi yaitu, lapisan chalaziferous (lapisan kental dalam), lapisan encer dalam (inner thin layer), lapisan kental luar (firm gel-like layer), dan lapisan encer luar (outher thin layer). Albumen yang berwarna sedikit kehijauan disebabkan oleh riboflavin (vitamin B2)

o   Shell Membrane (Membran Kulit Telur)
Membran ini terdiri atas dua lapisan, yaitu membran kulit telur dalam dan membran kulit telur luar yang masing-masing tersusun oleh 2 atau 3 lapis anyaman serabut protein yang tidak teratur. Serabut tersebut disatukan oleh suatu bahan albuminous cementing unruk membentuk membran tipis, kuat, melekat erat, dan bersama-sama membatasi cangkang di sebelah dalam dan melekat erat padanya. Membran dalam lebih tipis dari membran luar dengan tebal keseluruhan 0,01-0,02 mm
o     Shell (Cangkang)
Cangkang merupakan lapisan berkapur yang menyusun 9-12% dari berat telur total. Cangkang tersusun kira-kira 94% kalsium karbonat, 1% magnesium karbonat, 1% kalsium fosfat, dan 4% bahan organik terutama protein.

o    Air Cell (Rongga Udara)
Pada saat ditelurkan, rongga udara tidak ada. Segera setelah telur dingin, isinya mengkerut. Sedikit vakum menyebabkan udara masuk melewati pori-pori cangkang untuk membentuk rongga udara diantara kedua membran. Rongga udara biasanya terbentuk pada bagian ujung telur yang tumpul karena porositas cangkang paling besar terdapat pada daerah ini. Tetapi rongga udara bisa terjadi pada bagian lain, tergantung di daerah mana membran kulit telur mudah terpisah.
Fungsi ==> Sebagai sumber oksigen bagi embrio

3.      Cara Penanganan Telur

ü  Telur sebaiknya disimpan dalam kulkas dengan suhu tidak melampaui 4.5* C, dan jangan membiarkan telur berada dalam suhu ruangan lebih dari 2 jam.
ü  Simpan telur dikarton/kemasan aslinya, jangan dikompartemen kulkas, karena memungkinkan terjadi kontaminasi silang.
ü  Jangan menyimpan telur dipintu kulkas, karena biasanya temperaturnya lebih hangat.
ü  Jangan memakai telur yg sudah retak atau kotor.
ü  Cuci tangan, alat2 dapur, wadah dan permukaan meja tempat anda memasak sebelum dan sesudah anda mengolah telur mentah untuk mencegah penumpukan bakteri.
ü  Makanan mengandung bahan telur yg belum sempat dimasak atau setengah matang  harus segera dimasukkan kedalam kulkas sampai siap dihidangkan.
ü  Hidangkan telur dalam keadaan panas atau bisa juga dimasukkan kulkas jika ingin dimakan belakangan.


E.     Ikan

1.      Pengertian Ikan
Ikan sebagai makanan merujuk pada pemanfaatan ikan dan bagian tubuh ikan (daging, organ tubuh, minyak ikan, dan sebagainya) sebagai bahan makanan. Istilah "ikan" dalam kehidupan sehari-hari dapat merujuk kepada organismenya atau suatu bahan makanan. Untuk makanan laut yang tidak spesifik hanya pada ikan melainkan juga pada organisme lain seperti kerang dan timun laut dapat merujuk kepada boga bahari.

2.      Bagian-Bagian Tubuh Ikan dan Fungsinya
ü  Ikan memiliki insang yang memungkinkan mereka untuk “bernapas” dan mengambil oksigen didalam air. Air masuk mulut, melewati insang, dan keluar dari tubuh melalui lubang khusus. Insang menyerap oksigen dari air saat melewati mereka.
ü   Ikan memiliki aliran tubuh berlapis. Mereka biasanya panjang dan sempit, yang mengurangi hambatan air ketika mereka berenang.
ü   Kebanyakan ikan memiliki beberapa sirip untuk berenang. Mereka menggunakan beberapa sirip mereka untuk mendorong diri melalui air dan lainnya untuk mengarahkan tubuh saat mereka berenang.
ü  Ikan memiliki sistem otot untuk gerakan. Kontraksi otot riak melalui tubuh dalam bentuk gelombang dari kepala ke ekor. Kontraksi cambuk sirip ekor terhadap air untuk mendorong ikan melalui air.
ü  Kebanyakan ikan memiliki kandung kemih berenang. Ini adalah organ seperti balon yang berisi gas. Dengan mengubah jumlah gas di dalam kandung kemih, ikan dapat bergerak ke atas atau ke bawah melalui kolom air

3.      Cara Penanganan
·         Waktu penanganan Sesaat setelah ikan mati, penurunan kualitas ikan dan proses pembusukan mulai terjadi.Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya sesegera mungkin untuk menghindariperubahan tersebut. Keterlambatan waktu penanganan akan menyebabkan pembusukandan penurunan kualitas, yang sebenarya hal ini dapat dihambat akan terjadi. Bahkanpada suhu rendah sekalipun, seperti pada saat ikan diberi es, proses pembusukan danpenurunan kualitas ikan masih akan terjadi, meskipun lambat. Salah satu cara melihatperbedaan ikan yang didaratkan di pelabuhan perikanan adalah dengan membandingkanikan yang didaratkan dari kapal yang melaut satu hari dengan ikan yang didaratkan olehkapal yang melaut selama 5 sampai 7 hari atau lebih.
·          Metode penangkapan
Jika ikan ditangani dengan buruk, misalnya jika ikan dilempar di atas dek kapal atauapabila terinjak-injak, maka hal ini akan mengakibatkan kerusakan fisik yang tidak hanyaakan berpengaruh pada harga jual tetapi juga akan mempercepat proses pembusukanikan oleh bakteri dan enzim. Sehingga, sangat penting untuk mellakukan penanganandengan baik dan hati-hati untuk menghindari penurunan kualitas ikan.
·         Sanitasi dan higienis
Lingkungan yang tidak bersih (lantai dek) dan peralatan yang kotor (kotak box ikan,palkah, peralatan penanganan yang tidak dicuci) akan menyebabkan kontaminasi silangsilang antara ikan dengan bakteri, bahan kimia berbahaya, dan kotoran. Semuanya ituakan mempercepat proses pembusukan dan penurunan kulaitas serta potensialmenyebabkan masalah keamanan pangan yang dapat berpengaruh pada konsumen. Jadisangatlah penting untuk menjaga kapal dan peralatan sebersih mungkin.





BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
·         Daging adalah bahan pangan yang sangat dibutuhkan tubuh, dimana dalam daging terkandung banyak gizi dan dalam daging memiliki mutu protein yang tinggi, pasalnya pada daging terdapat kandungan asam amino esensial lengkap
|Protein yang terdapat pada daging lebih mudah dicerna oleh pencernaan daripada protein yang berasal dari nabati.Tak hanya itu, bahan pangan ini juga memiliki beberapa jenis vitamin dan mineral.
·         Unggas (bahasa Inggris: poultry) adalah jenis hewan ternak kelompok burung yang dimanfaatkan untuk daging dan telur atau bulunya. Umumnya merupakan bagian dari ordo Galliformes (seperti ayam dan kalkun), dan Anseriformes (seperti bebek).
·                   Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia betina. Susu murni adalah cairan yang berasal dari ambing sapi sehat. Susumurni diperoleh dengan cara pemerahan yang benar, tanpa mengurangi atau menambah sesuatukomponen atau bahan lain.
·                   Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Umumnya telur yang dikonsumsi berasal dari jenis-jenis burung, seperti ayam, bebek, dan angsa, akan tetapi telur-telur yang lebih kecil seperti telur ikan kadang juga digunakan sebagai campuran dalam hidangan (kaviar).
·                   Ikan sebagai makanan merujuk pada pemanfaatan ikan dan bagian tubuh ikan (daging, organ tubuh, minyak ikan, dan sebagainya) sebagai bahan makanan. Istilah "ikan" dalam kehidupan sehari-hari dapat merujuk kepada organismenya atau suatu bahan makanan. Untuk makanan laut yang tidak spesifik hanya pada ikan melainkan juga pada organisme lain seperti kerang dan timun laut dapat merujuk kepada boga bahari

B. Saran
            Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas.Karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan Dan kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.




DAFTAR PUSTAKA

Khomariah.Hj.Ir., Surajudin., dan dwi purnomo. aneka olahan daging sapi., Agromedia pustaka Jakarta
Sudarmono.AS dan Y.Bambang sugeng., sapi potong ( pemeliharaan, perbaikan produksi, prospek bisnis, analisis pengemukkan )., penebar swadaya, informasi dunia pertanian
Bahan.Burhan., Ir., 002., panduan praktis memilih produk daging sapi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

0 Response to "bagian-bagian daging sapi"

Posting Komentar