Senyawa
Turunan Alkana: Sifat dan Gugus Fungsi
Nama : Mukhtar Abdul Aziz
Nim : 2014 57 057
Prodi : THP (Teknologi
Hasil pertanian)
Fakultas Pertanian / Universitas
Pattimura
Facebook : Mukhtar Abdul Aziz
Apa sih alkana itu? Alkana adalah molekul organik yang
termasuk senyawa hidrokarbon dengan ikatan tunggal. Senyawa hidrokarbon sendiri
adalah senyawa kimia yang mengandung unsur hidrogen (H) dan karbon (C), atau
biasa ditulis sebagai CxHy dengan x adalah jumlah karbon
dan y adalah jumlah hidrogen, sedangkan alkana memiliki rumus CnH2n+2.
Alkana memiliki beberapa sifat, yaitu:
- Merupakan hidrokarbon jenuh, dimana jumlah H sudah maksimal karena tidak ada ikatan rangkap antar C
- Reaktifitas dengan senyawa kimia lain relatif kecil, hal ini juga dikarenakan alkana tidak memiliki ikatan rangkap, karena semakin banyak ikatan rangkap, suatu senyawa kimia akan semakin reaktif
- Afinitas kecil
- Semakin panjang rantai karbonnya maka titik didih akan semakin tinggi, kecuali isomer dengan banyak cabang, maka semakin banyak cabangnya, titik didih akan semakin rendah
- Semakin panjang rantai karbonnya maka massa jenis akan semakin besar, namun tetap lebih kecil dari massa jenis air, sehingga bila alkana dan air dicampur, alkana akan berada di fase atas
- Pada suhu dan tekanan standar (STP = standard temperature and pressure), alkana dengan rantai C1-C4 memiliki wujud gas, C5-C17 memiliki wujud cair, dan C18 seterusnya memiliki wujud padat
- Tidak memiliki konduktivitas, artinya tidak menghasilkan maupun menghantarkan listrik
Umumnya alkana diberi nama sesuai dengan jumlah atom C-nya,
dimana secara umum:
CH4: metana
C2H6: etana
C3H8: propana
C4H10: butana
C5H12: pentana
C6H14: heksana
C7H16: heptana
C8H18: oktana
C9H20: nonana
C10H22: dekana
Senyawa turunan alkana adalah senyawa yang dianggap berasal
dari alkana yang satu atau lebih atom H-nya diganti dengan gugus fungsi
tertentu, dimana gugus fungsi tersebut adalah di bawah ini, dengan R merujuk
pada gugus alkil (CnH2n+1):
Gugus fungsi: -OH
Struktur umum: R-OH
Rumus umum: CnH2n+2O
Contoh: metanol (CH3OH) dan etanol (C2H5OH)
yang sering digunakan sebagai pelarut untuk reaksi-reaksi kimia
Gugus fungsi: -O-
Struktur umum: R-O-R’ (-OR’ disebut juga gugus alkoksi)
Rumus umum: CnH2n+2O
Contoh: dimetil eter (CH3-O-CH3/C2H6O)
atau sering disebut DME, banyak digunakan untuk pendingin/refrigerant
Gugus fungsi: -CHO
Struktur umum: R-CHO
Rumus umum: CnH2nO
Contoh: metanal (CHOH) atau sering disebut
formalin/formaldehid, suatu senyawa yang digunakan sebagai bahan pengawet mayat
Gugus fungsi: -C=O-
Struktur umum: R-C=O-R’
Rumus umum: CnH2nO
Contoh: propanon (C3H6O) atau sering
disebut aseton, digunakan untuk pembersih cat kuku
Gugus fungsi: -COOH
Struktur umum: R-COOH
Rumus umum: CnH2nO2
Contoh: Asam asetat (CH3COOH) atau sering disebut
asam cuka, dapat digunakan untuk pengawet makanan, penambah rasa makanan, dan
sebagai salah satu bahan pembuatan nata de coco
Gugus fungsi: -COO-
Struktur umum: R-COO-R’
Rumus umum: CnH2nO2
Contoh: metil salisilat (C8H8O3),
banyak digunakan untuk campuran bahan koyo
7. Alkil Halida/Haloalkana
Gugus fungsi: -X
Struktur umum: R-X
Rumus umum: CnH2n+1X
Contoh: triklorometana (CHCl3) atau sering
disebut kloroform, digunakan sebagai obat bius
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai beberapa jenis senyawa
turunan alkana, akan dibahas pada artikel lainnya ya!
Sumber: Michael Purba (“Kimia untuk SMA”), R.Nave (http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu),
E


0 Response to "Kimia AnOrganik"
Posting Komentar